Sumenep-Infokom News Room : Suasana berkabung masih menyelimuti keluarga besar SMPN 2 Larangan Kabupaten Pamekasan. Duka akibat kecelakaan maut diawal tahun 2006 yang menewaskan 11 siswa SMPN 2 Larangan tersebut, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Pamekasan. Bahkan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo bersama istri turun ke Pamekasan, melihat langsung para korban selamat di RSD Pamekasan. Bukan itu saja. Usai dari RSD, rombongan Gubernur mendatangi rumah para korban meninggal. Gubernur menyampaikan langsung rasa bela sungkawa kepada keluarga korban. Selain itu, Gubernur memberikan santunan langsung yang diberikan oleh istrinya, Ny. Imam Utomo, kepada korban selamat di RSD Pamekasan, dan keluarga korban meninggal dunia. Saat kunjungan kemarin, Gubernur ditemani oleh sejumlah pejabat teras dilingkungan Pemprop Jatim, diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Rasiyo. Kapolda Jawa Timur, Irjen Herman S. Sumawirja juga tampak dalam rombongan dari Surabaya itu. Rombongan Gubernur tiba di Pamekasan, Senin (02/01) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan jalur darat secara beriringan dengan sejumlah pejabat Pemerintah Propinsi maupun jajaran Polda Jatim. Sesampainya di Pamekasan, Gubernur langsung menuju RSD Pamekasan di Jalan Kesehatan. Dalam guyuran hujan lebat, rombongan Gubernur membesuk sejumlah korban selamat yang dirawat di Paviliun RSD. Satu persatu korban selamat yang rata rata perempuan tersebut didatangi oleh Gubernur dan rombongan. “Sabar ya, nanti akan sembuh, sekarang kelas berapa ?� ujar Gubernur kepada seorang korban yang didampingi keluarganya. Dari ruang perawatan yang satu gubernur beralih keruang perawatan lainnya. Kepada semua korban selamat yang berjumlah delapan orang di Paviliun, Gubernur melalui istrinya memberikan santunan secara langsung. “ Ibu harus tabah, ini sudah cobaan, Ini hanya ada sekedar membeli buah,� kata Ny Imam Utomo kepada seorang ibu korban yang terlihat sedang menangisi anaknya karena menjalani operasi. Kondisi sejumlah pasien korban kecelakaan maut tersebut yang selamat tampak telah membaik. Rata-rata sudah siuman dan bisa berkomunikasi dengan baik. Hanya memang ada satu pasien yang cukup kritis yang belum bisa berbicara dengan baik, karena mulutnya penuh luka. Setelah membesuk pasien, rombongan Gubernur menuju kerumah keluarga korban meninggal dunia di Desa Montok, Kecamatan Larangan. Disana, dia menemui keluarga korban atas nama Desy. Kepada keluarga korban Gubernur meminta agar bisa tabah terhadap cobaan yang diterimanya. Sebab, katanya, kejadian tersebut murni musibah yang harus diterima dengan lapang dada. Sama halnya ketika membesuk korban selamat, di Desa Montok, Gubernur melalui istrinya juga memberikan santunan. Hanya, karena harus segera bertolak ke Surabaya, Gubernur tidak bisa menemui keluarga korban lainnya. Tapi, melalui pihak terkait, Gubernur tetap memberikan santunan kepada semua keluarga korban yang meninggal. Kepada sejumlah wartawan usai mengunjungi korban dan keluarga korban, Gubernur menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Menurut dia, semua pihak patut berbela sungkawa, sebab selain menelan korban jiwa hingga 11 orang, para korban merupakan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. “Kami semua turut berbela sungkawa. Kami berharap pihak keluarga korban yang ditinggalkan bisa tabah menghadapi cobaan ini,� ujarnya. Hal yang sama dikatakan Kapolda Jawa Timur, Irjen Herman S. Sumawirja, Atas nama jajaran kepolisian, pihaknya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga korban. “Kami semua juga ikut berbela sungkawa. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan bisa tabah,� katanya ketiga dicegat di RSD Pamekasan. Atas kejadian tersebut, pemegang komando tertinggi di Polda Jatim ini berjanji untuk memproses kasus kecelakaan itu lebih lanjut. Menurut dia, dari pemeriksaan sementara oleh penyidik, kecelakaan murni akibat faktor kelalaian pihak sopir. “Hasil penyidikan sementara, murni karena sopir ngantuk,� jelasnya. Mengenai jumlah korban, jelasnya, sampai saat ini dipastikan hanya 11 korban meninggal dunia. Itu didasarkan pada laporan resmi dari Polres Pamekasan yang mendata korban. Sebelumnya, dikabarkan 12 korban meninggal. Ternyata, korban atas nama Maida Silvia masih hidup dan kini menjalani perawatan RSU dr. Soetomo Surabaya. ( JP, Ong, Im )