Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-04-2013
  • 752 Kali

Pandai Dan Empu Keris Capai 554, Gagas Sumenep Jadi Kota Keris

News Room, Rabu ( 24/04 ) Banyaknya pandai dan empu keris di Kabupaten Sumenep yang mencapai 554 pengrajin, mendapat perhatian khusus dari pemerhati keris. Bahkan, mereka menilai Sumenep layak menggagas dan mendeklarasikan diri menjadi Kota Keris dibanding Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. Pemerhati keris asal Surabaya Mansur Hidayat, ketika berkunjung ke Sumenep, menjelaskan, ratusan pandai dan empu keris di Sumenep ini, semuanya masih aktif. “Kami sudah melakukan kunjungan ke masing-masing padepokan pandai dan empu keris di Sumenep. Ternyata, mereka masih aktif kok menerima pesanan keris dengan bentuk yang berbeda-beda. Biasanya dari warga Sumenep sendiri untuk dipasarkan ke luar Madura,” katanya. Menurutnya, pengrajin keris di Sumenep, merupakan daerah terbesar di Indonesia bahkan se Asia tenggara. Ini warisan budaya nusantara yang harus dijaga kelestariannya. Apalagi koleksi keris dari ratusan pengrajin tersebut jika dikelola dengan baik, akan mampu mendongkrak perekonomian. “Kalau diuangkan apabila tiap pengrajin menghasilkan 4 keris maka dalam sebulan bisa mencapai 2.214 keris. Untuk pangsa pasar saat ini kan banyak, baik regional maupun nasional bahkan internasional. Tinggal bagaimana Pemerintah memberdayakan potensi ini, karena memang sangat bagus untuk ekonomi masyarakat,” terangnya. Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si mengaku, berinisiatif mendeklarasi Sumenep sebagai Kota Keris pada hari Jadi tahun ini dan berupaya mencetak rekor Muri terkait jumlah empu keris di Sumenep yang terbanyak se-Indonesia. “Kita akui empu keris di Sumenep mencapai 554 pengrajin, yang tersebar di 3 Kecamatan meliputi Bluto, Saronggi dan Lenteng. Sedangkan Kabupaten atau Kota lainnya di Indonesia dibawah sepuluh orang, seperti Jogjakarta hanya 6 empu, Solo 10 empu dan Malang 6 empu. Kami berupaya bisa mencetak rekor Muri,” ujarnya. Upaya lain untuk mendongkrak perekonomian para empu keris, lanjut Bambang, pihaknya berencana menggelar seminar dan pameran keris yang akan melibatkan pemerhati dan budayawan nasional. “Mudah-mudahan dengan cara seperti itu bisa membuka pangsa pasar khususnya keris dalam mendongkrak ekonomi masyarakat. Sekaligus melestarikan pandai dan empu keris di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya. ( Nita, Fery )