Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-10-2008
  • 543 Kali

Pantai Batu Kurung Kalianget Juga Warnai Lebaran Ketupat

News Room, Rabu ( 08/10 ) Lebaran ketupat dikatakan belum sempurna jika tidak merayakan di tempat-tempat wisata pantai, seperti pantai Lombang, Pantai Slopeng, Pantai Ponjuk, serta Pantai Batu Kurung yang berada tidak jauh dari Pelabuhan Kalianget. Meski mayorias pengunjung kebanyakan warga sekitar Desa Kalianget Timur dan Kalianget Barat, namun suasana lebaran ketupat kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Momentum lebaran ketupat yang biasa di peringati seminggu setelah lebaran Idul Fitri oleh Umat Muslim ini, ternyata tidak disia-siakan pemuda setempat di sekitar Pantai Batu Kurung. Dengan iringan musik dangdut setempat, para pemuda yang tergabung dalam Remaja Batu Kurung dan PV. Kontak menggandeng salah satu perusahaan obat PT. Kalbe Farma, sehingga bisa menghibur pengunjung yang datang. Menurut Koordinator acara Panggung Dangdut Ketupat Batu Kurung, Haryanto, pengunjung tahun ini tampak lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Meski diakui, panitia tidak bisa maksimal mengelola acara ketupatan di Batu Kurung itu karena lokasinya masih terbuka dan pengunjung bisa masuk dari semua penjuru. ”Kita tidak bisa mengelola, misalnya dengan menarik karcis masuk, namun kita hanya menyediakan tempat parkir dan masuk sepeda motor. Kita berharap nantinya Pantai Batu Kurung ini bisa dikemas menjadi tempat wisata yang menyenangkan. Apabila ada pihak terkait yang ingin membangun fasilitas dan sarana yang memadai disini,”ujar Totok, panggilan akrabnya. Sebetulnya sejak tahun 1980 dan 1990-an Pantai Batu Kurung di Desa Kalianget Timur ini menurut Totok, secara alami sudah banyak dikunjungi masyarakat sekitar, meskipun hanya sebagai persinggaan saja ketika datang dari Wisata Ponjuk di Kecamatan Talango dan sebagainya. Bahkan ketika gua yang ada di Pantai Batu Kurung sempat di gali oleh warga sekitar seringkali didatangi pengunjung pada hari libur. Sementara itu, salah seorang pengunjung Pantai Batu Kurung, Syarkawi, mengaku sangat merespon positif apabila pihak Muspika setempat nantinya bisa mengelola wisata alam yang cukup bagus itu. Tinggal bagaimana membangun sarana dan prasarana yang ada, termasuk jalan masuk menuju Pantai Batu Kurung. Maka dengan sendirinya Pantai Batu Kurung akan menjadi tempat wisata alternatif masyarakat yang ingin sekedar melihat panorama pantai dengan angin laut yang sepoy-sepoy, apalagi ditambah hiburan yang menyegarkan. ( Ren, Esha )