Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-01-2009
  • 504 Kali

Partai Golkar Fokuskan Pendekatan Figur Ke Masyarakat

News Room, Selasa ( 06/01 ) Sebagai partai lama, Partai Golkar tidak akan gegabah dan terlalu berambisi untuk merebut kekuasaan, baik di tingkat pusat hingga daerah. Namun, bagaimana untuk tetap solid melakukan konsolidasi kepada para kader dan konstituen, agar kepercayaan terhadap para kader militannya yang akan duduk di kursi DPRD hingga DPR-RI tidak luntur. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Sumenep, KH. A. Wakir Abdullah disela-sela rapat konsolidasi di Gedung Beringin, Selasa siang (06/01). Menurutnya, saat ini Partai Golkar tetap percaya diri dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat. Karena itu, tidak perlu melakukan upaya-upaya mubadzir untuk mencari dukungan masyarakat. Karena masyarakat sendiri sudah cerdas dan tidak perlu diberi janji yang muluk-muluk, namun pada akhirnya tidak seperti yang diharapkan. “Saat ini kader kita yang mencalonkan diri di kursi legislatif , lebih terfokus pada upaya pendekatan langsung kepada masyarakat. Sebab, figur yang mereka kenal dan dekat dengan masyarakatlah yang bisa menentukan kepercayaan masyarakat nantinya,”ujar KH. Wakir Abdullah, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sumenep saat ini. Ditanya target kursi yang bakal diharapkan Partai Golkar Sumenep mendatang, menurut KH. Wakir Abdullah, pihaknya akan tetap realistis dengan banyaknya partai yang ada saat ini. Jika yang direbut kursi DPRD Sumenep sebanyak 50 kursi, maka Partai Golkar akan berusaha mencapai target 12 kursi untuk keterwakilan suara dan terbentuknya Fraksi sendiri. Dan itu tidaklah berlebihan, sebab saat ini Partai Golkar sudah mendudukkan 6 kursi di DPRD Sumenep. Karena itu, fokus pemikiran Partai Golkar memang lebih diarahkan pada posisi calon legislatif nantinya, sedangkan figur sebagai pimpinan dan penguasa muai dari tingkat pusat hingga daerah belum dibahas saat ini. Namun dengan sendirinya setelah hasil dalam legislatif sudah solid, pada kader baru bisa berpikir, siapa yang akan duduk sebagai figur pemimpin mulai dari Presiden, Gubernur hingga Bupati/Walikota. ( Ren, Esha )