Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-03-2018
  • 561 Kali

Pasca Batik on The Sea 2018, Semangat Eksport Terus Menyala

Media Center, Kamis ( 01/03 ) Meskipun usai kegiatan Batik on The Sea 2018 yang digelar di Pantai Lombang, Minggu (25/02) lalu, namun kepuasan masih terasa di hati dan pikiran salah seorang kreator atau konseptor kegiatan Batik on The Sea 2018, Elyes Ayos.

Menurutnya, kegiatan Batik on The Sea 2018 boleh usai, namun semangat dalam mengangkat Batik Sumenep harus terus menyala. Apalagi batik khas Sumenep, yakni Batik Bumi Sumekar yang sempat dilelang oleh Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada kegiatan tersebut. 

"Saya tidak melihat nominalnya berapa, namun yang sempat saya rasakan, saat Bupati melelang Batik Bumi Sumekar tersebut, yang ternyata antusias yang menawar sangat luar biasa, hingga dilepas dengan harga tertinggi dan cukup fantastis,” ungkapnya.

Menurut pria lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, konsep kegiatan Batik on The Sea 2018 yang non APBD, namun berkat kesigapan Pemkab Sumenep dan Perbankan di Sumenep, kegiatan tersebut dinilai berhasil dan memberikan nuansa baru, serta semangat baru dalam mengekspor Batik Khas Sumenep, yang notabene merupakan kekayaan seni batik yang dimiliki Kota Sumekar ini.

Karena itu, dalam salah satu konsep yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Batik on The Sea 2018, yakni dengan pemberian apresiasi kepada para pengrajin batik, baik para pendahulu maupun penerusnya. Dan itu merupakan bentuk penghargaan kepada para pengrajin dan seniman batik yang luar biasa.

Sementara menurut Ayos, konsep lain yang menata panggung di atas permukaan laut dan di buka dengan kolaborasi 9 macam unsur aset seni dan budaya, mulai tari, batik, fashion, upacara adat, hadrah, musik saronen, pencak silat hingga marching band, merupakan sebuah ide kreatifitas yang tidak bisa dinilai dengan uang.

“Sebenarnya yang terpenting, bagi kami bisa berbuat untuk menyukseskan acara Batik on The Sea 2018 yang merupakan kebanggan tersendiri, karena pada akhirnya nanti publik yang bisa menilai ke depan, seperti apa dampak dari kegiatan tersebut,” pungkasnya. ( Ren, Esha )