News Room, Kamis ( 03/09 ) Suasana para pedagang kaki lima yang ada di Taman Adipura, pasca pemindahan sejumlah pedagang konveksi dan berbagai barang lainnya dari Pasar Rakyat yang sebelumnya menempati di depan Lapangan Giling, kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun pada malam pertama pengunjung tidak seramai akhir-akhir bulan Ramadhan. Menurut Joko, salah seorang penjual kembang api musiman di depan GNI Sumenep, mengaku terpaksa berpindah dari tempat yang dihuni sejak awal Ramadhan lalu. Karena ketika kemarin sore hendak menempati lokasinya sudah ditempati stand pedagang konveksi. “Gimana lagi, karena memang pada tahun lalu tempat standnya katanya disana, jadi saya juga pindah ketempat semula di depan GNI ini. Tak apalah, malah bila makin ramai pedagang, pengunjungpun semakin ramai dan pembeli makin banyak juga,â€Âungkap Joko pasrah. Sementara salah seorang penjual kaset, Taha mengaku tetap akan mempertahankan tempat yang sudah ditempati sejak awal, apalagi tempat itu juga sudah lama ditempat dirinya jauh sebelum Ramadhan. Bahkan Taha mengaku sempat bentrok mulut dengan para pedagang konveksi yang mau menempati tempatnya, yang akhirnya mengalah juga. “Saya tidak ingin dipindah begitu saja, sebab, penjual seperti saya yang justeru tidak permanen punya hak, karena memang diperbolehkan dengan kebijakan Pemkab Sumenep. Seharusnya kalau memang mau pindah, koordinasi dulu dengan kami yang sudah menempati sebelumnya.â€Âungkap Taha. Sedangkan salah seorang pedagang konveksi Edy mengaku sejak pindah dari Giling ke Taman Adipura, pengungjung tampak lebih ramai. Setidaknya menurut Edy mereka yang belum membeli sekedar melihat-lihat. Pihaknya berharap Pemkab akan memberi kebijakan untuk tetap menempati di areal Taman Adipura tersebut, sehingga para PKL bisa menikmati hasil lebih baik selama bulan Ramadhan ini. ( Ren, Esha )