Sumenep-Infokom News Room : Pembangunan Pelabuhan Internasional, yang direncanakan akan dibangun di wilayah Bangkalan Utara pulau Madura, ternyata hingga saat ini dalam pembicaraan dan masih terjadi tarik-menarik antar Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur. Demikian diungkapkan Abd. Salamsyah Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur asal Partai Bulan Bintang, ketika ditemui News Room, usai melakukan Jaring Aspirasi masyarakat Sumenep, di Café Srikandi, Kamis (29/12). Salamsyah menuturkan, dalam rapat pansus yang dilakukan anggota DPRD Propinsi Jatim, bahwa sebagian besar anggota Legislatif Propinsi Jatim ini menginginkan penempatan Pelabuhan Internasional sebagai pengganti dari pelabuhan Peti Kemas Perak Surabaya diarahkan ke daerah Lamongan. Namun, pihaknya bersama Harsono dari Partai Golkar dan Khoilurrahman dari Partai Kebangkitan Bangsa, yang semuanya wakil dari Madura akan tetap memperjuangkan Pelabuhan Internasional itu dibangun di daerah Bangkalan Utara, yakni di Desa Aros Baya. Diterangkan Salamsyah, sebenarnya ada tawaran, apabila Pelabuhan Internasional tidak ditempatkan di wilayah Madura, maka sebagai penggantinya, Lapangan Terbang Juanda akan dialihkan ke wilayah Madura. Namun, Salamsyah mengaku akan tetap memperjuangkan semaksimal mungkin, Pelabuhan Internasional dibangun di kawasan Madura. Hal itu, untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Madura. Dijelaskan, perjuangan itu sesuai dengan keinginan dari sebagian besar masyarakat Madura. Dan pembahasan Penempatan Pelabuhan Internasional tersebut, masih mentok pada tarik-menarik lokasi pembangunannya, karena berbenturan dengan di dok-nya APBD 2006 dan masa reses Dewan. ( Nita, Esha )