News Room, Rabu ( 22/07 ) Ratusan pelanggan PLN di Kecamatan Giligenting, Pulau Giligenting Sumenep, Rabu (22/7) pagi, mendatangi Kantor Kecamatan setempat, terkait dugaan adanya kebocoran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang mengakibatkan buruknya pelayanan PLN. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Mohammad Yahya mengatakan, pihaknya hanya meminta klarifikasi terkait buruknya pelayanan PLN. Sebab, pelayanan yang diberikan PLN di wilayah kepulauan Giligenting ini, semakin lama bukan bertambah bagus, namun justru semakin buruk. “Awalnya PLN di Kecamatan tersebut menyala 10 jam, dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Tapi, beberapa bulan terakhir ini, PLN hanya menyala dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari,†terangnya. Bahkan, menurut Yahya, jadwal padamnya PLN sering tidak menentu dan cukup merugikan masyarakat. “Kami mendesak kepada petugas PLN Giligenting, supaya bertanggung jawab atas kerugian para pelanggan tersebut. Dan, kami juga meminta Kepala PLN Pamekasan maupun Sumenep, agar menindak tegas petugas PLN Giligenting, demi keselamatan PLN dan kepuasan pelanggan di Giligenting,â€Âujarnya menambahkan. Ia menjelaskan, sudah lama pihaknya menduga ada oknum petugas PLN Giligenting yang menjual jatah BBM solar secara tidak bertanggung jawab. Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya pihak PLN Giligenting bersedia tatap muka dengan para pendemo, yang didampingi oleh Danramil dan pihak Polsek setempat. Kepala Sub Ranting PLN Giligenting, Suwandi mengatakan, pemadaman lampu itu bukan kesengajaan petugas PLN Giligenting. Pemadaman itu, memang ada perintah dari UPJ PLN Pamekasan. “Kami tidak akan berani melakukan pemadaman secara tiba-tiba, tanpa ada perintah. Jadi, pemadaman ini memang karena ada perintah dari UPJ PLN Pamekasan,†ungkapnya. ( Nita, Esha )