News Room, Selasa ( 13/03 ) Meskipun keberadaan pembangunan Pelabuhan Rakyat (Pelra) di Kecamatan Kalianget sampai saat ini, operasionalnya belum jelas karena masih sedang dalam proses hukum. Namun, pihak Administrasi Pelabuhan (Adpel) Kalinget mencoba untuk mengoperasikan Pelra itu untuk fasilitas pengiriman BBM ke Kepulauan. Kepala Adpel Kalianget, Bambang Arifin kepada wartawan mengakui adanya aktiftas di Pelabuhan yang sempat bermasalah karena dugaan pembangunan infrastrukturnya yang dinilai menyalahi aturan. Sebab, sudah bertahun-tahun Pelra tak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. “Ada inisiatif untuk difungsikan sementara, agar fasilitas umum itu bisa termanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak,”ujarnya. Dijelaskan, untuk izin melakukan aktifitas di Pelra itu telah di lakukan serah terima antara pihak kontraktor, kepada KPLH Kalianget. Dari pihak KPLH Kalianget diserahkan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut, selaku pembina barang inventaris negara, sehingga ada surat untuk pemanfaatan fasilitas umum ini, yakni dengan tujuan untuk keperluan atau kepentingan masyarakat. Menurut Bambang Arifin, sebenarnya dahulu Pelabuhan Kalianget pernah mengalami masa keemasan, ramai dengan aktifitas pelabuhannya pada masa kejayaan Perum Garam. Namun, akhir-akhir ini Pelabuhan Kalianget sangat jauh dengan masa kejayaannya dulu. Karena itu, dengan pembangunan Pelra dan berbagai sarana di Pelabuhan Kalianget diharapkan bisa kembali jaya seperti dulu. Meskipun akan sulit, namun perlu terus dilakukan pembenahan diberbagai lini, sehingga kembali menjadi pelabuhan alternatif dan memperlancar perekonomian masyarakat setempat dan antar pulau khususnya di Sumenep. “Untuk itu kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat agar program pembangunan Pelabuhan Kalianget kembali dilanjutkan pada tahun 2013 nanti, sehingga masyarakat juga mendapat dampak positif dari pembangunan itu,”tambahnya. ( Ren, Esha )