Sumenep-Kominfo News Room : Kendati lokasi desalinasi atau penyulingan air laut menuai protes dari Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat Pulau Giliraja, karena lokasi pembangunan desalinasi itu berada di daratan rendah, namun hal itu tidak menghambat proses pembangunannya. Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Fadillah, M.Si menjelaskan, pertimbangan lokasi itu kerana dekat dengan pemukiman penduduk, bahkan penempatan lokasi di Desa Banbaru itu sudah melalui survey, mengingat masyarakat di Desa tersebut sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Namun, meskipun lokasinya berada di Desa Banbaru, desalinasi itu bukan hanya untuk masyarakat setempat saja, melainkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat pulau Giliraja. Padahal, ungkap Moh. Fadillah, kalau pihaknya menuruti keinginan masyarakat agar lokasi pembangunan desalinasi dekat laut, tentu pihak investor menyambut baik, karena investor tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian pemasangan pipa dari laut sampai kerumah mesin. Karena itu pihaknya tidak akan melakukan perubahan lokasi pembangunan desalinasi, karena sudah berdasarkan survey. Terkait dengan operasionalnya, Moh. Fadillah menuturkan, perkiraan pada minggu kedua bulan depan, dan desalinasi itu akan menghasilkan air bersih sebanyak 15.000 liter setiap hari. ( Yasik, Esha )