News Room, Jum’at ( 29/02 ) Naiknya harga bahan bangunan yang mencapai 40 prosen, menyebabkan pembangunan penampungan sementara bagi kios dan stand di Pasar Anom Baru Sumenep yang hangus terbakar belum dikerjakan dan molor dari jadual semula. Bahkan, kondisi semacam itu membuat Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si angkat bicara. H. Djasmo menerangkan, seharusnya pembangunan penampungan sementara itu sudah rampung pada 26 Pebruari 2008, namun kenyataannya hingga saat ini pembangunan penampungan dengan dana sebesar Rp. 1,1 milyar tersebut belum dikerjakan. Karena itu, pihaknya mendesak Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang selaku penanggung jawab pelaksana, agar segera melaksanakan pembangunan tersebut. Desakan itu memang perlu dilakukan, supaya masyarakat terutama pemilik kios tidak bertanya-tanya, apakah pembangunan itu betul-betul dilaksanakan atau tidak. H. Djasmo memaparkan, berdasarkan keterangan sementara yang didapat dari penanggung jawab pelaksana, pembangunan penampungan sementara itu sifatnya penunjukan kepada pemborong, dan saat ini pemborong sedang melaksanakan pembangunan di lokasi tertentu, yakni berupa pengelasan besi. H. Djasmo menerangkan, pihaknya benar-benar mendesak Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang selaku penanggung jawab pelaksana dan pemborong, agar secepatnya menyelesaikan pembangunan penampungan sementara tersebut, karena Tim Penanggulangan sudah melakukan usaha secara optimal dan sekarang tinggal menunggu action dari instansi terkait. Sementara itu, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep, Ir. H. Soedarto, MM mengakui pembangunan penampungan sementara bagi kios yang terbakar di Pasar Anom itu mengalami keterlambatan. Menurut H. Soedarto, keterlambatan itu terjadi pada proses administrasi dan pelaksanaan, terutama kesepakatan lokasi antara pedagang dengan pemerintah kabupaten, kemudian kesepatan yang sudah ada itu ternyata mengalami perubahan pada bulan Januari, padahal penunjukan sudah dilakukan. Setelah terjadi perubahan dan ada kesepakatan baru yang dilanjutkan dengan penunjukan kepada rekanan, ternyata harga barang-barang dipasaran, seperti halnya besi sudah naik 40 prosen, kemudian kalsibot dinding naik 30 prosen, sehingga pihaknya melakukan perubahan-perubahan, karena rekanan tidak mungkin melaksanakan pembangunan dengan menggunakan harga lama, sedangkan harga baru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. H. Soedarto mengatakan, pihaknya akan tetap komitmen mengerjakan pembangunan penampungan sementara itu, meskipun masih terdapat banyak kendala. Pihaknya menargetkan pertengahan bulan Maret mendatang pembangunan tersebut akan selesai (clear), seandainya ada kekurangan pekerjaan diperkirakan hanya tinggal pembersihan dan pekerjaan kecil saja. H. Seodarto menjelaskan, sebenarnya pembangunan penampungan sementara itu bisa diselesaikan tepat waktu, namun karena ada perubahan harga bahan bangunan, terpaksa pihaknya harus melakukan perubahan-perubahan kembali. Yang jelas, pembangunan penampungan semenatara tersebut akan segera diselesaikan. ( Nita,Esha )