Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-10-2013
  • 487 Kali

Pembelian Tembakau PT. GG Melebihi Target

News Room, Kamis ( 24/10 ) Pembelian tembakau oleh perwakilan PT. Gudang Garam (GG) di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, pada tahun ini melebihi target. Sesuai kuota pembelian tembakau tahun ini, ditargetkan sebanyak 1.600 ton, namun sejak gudang buka (awal pembelian) pada tanggal 16 September hingga 23 Oktober kemarin, jumlah serapan tembakau rajangan yang dibeli PT. Gudang Garam di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan ini, sudah mencapai 1.599 ton. Wakil Kuasa pembelian tembakau PT. Gudang Garam di Desa Gedungan, Batuan, Sumenep, Freddy Kustianto mengakui, jika pembelian tembakau rajangan tahun ini melebihi kuota. Rata-rata tembakau yang masuk gudang per-harinya sebanyak 42 ton, hingga sekarang hasil pembelian tembakaunya mencapai 1.599 ton, sedangkan targetnya sebanyak 1.600 ton. “Hasil pembelian tembakau hingga sekarang mencapai 1.599 ton, itu per Rabu (23/10), ditambah pembelian hari ini, kan sudah melebihi target. Tapi kami masih tetap melakukan pembelian selagi kwalitas tembakau yang masuk sesuai kriteria,”kata Fredy kepada wartawan, Kamis (24/10). Untuk kwalitas tembakau, menurut Freddy, lebih baik dibanding tahun lalu. Dilihat dari harga rata-rata tembakau yang masuk digudang sekitar Rp. 40.000,00 per-kilogram, dan tertinggi seharga Rp. 42.000,00. Sementara tahun lalu harga tembakau tertinggi Rp. 34.000,00, dan terendah Rp. 18.000,00 per-kilogram. “Tahun ini kwalitas tembakau memang lebih baik dari tahun lalu dan harganya pun lebih tinggi. Ini sangat menguntungkan para petani,”terangnya. Ia mengungkapkan, tembakau yang masuk ke PT. Gudang Garam di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan ini, justru banyak dari kecamatan Ketapang dan Sotaber, Kabupaten Sampang. Sementara dari Sumenep sendiri lebih sedikit. “Untuk proyeksi areal tanaman tembakau di Sumenep memang banyak, tapi mungkin banyak petani di Sumenep yang tidak tanam tembakau sehingga banyak dari Sumenep. sebagian besar tembakau yang masuk kegudang kami dari Kabupaten Sampang,”ungkapnya. Freddy mengaku hingga saat ini, belum ada keluhan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait harga pembelian tembakau. Diduga karena harga pembelian tembakau sesuai harapan masyarakat Sumenep. “Kalau ada keluhan dari pemerintah, itu karena ada keluhan dari petani ke pemerintah, tapi selama ini belum ada dan semoga tidak ada,”pungkasnya. ( Nita, Esha )