Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-12-2017
  • 485 Kali

Pemberantasan Buta Aksara 2018 Dianggarkan Rp 700 Juta

Media Center, Selasa ( 05/12 ) Program pengentasan buta aksara di Kabupaten Sumenep terus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, agar bisa terlepas dari predikat sebagai Kabupaten yang sempat menjadi tertinggi ke dua di Indonesia, dan Jawa Timur. Bahkan di tahun 2018 mendatang, Kabupaten Sumenep menganggarkan dana Rp 700 juta untuk program pemberantasan buta aksara.

Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana PAUD dan Pendidikan Formal, Haryanto, S.Pd, M.M.Pd, kepada wartawan, Selasa (05/12) mengungkapkan, secara progres data penyandang buta aksara di Badan Pusat Statistik menyebutkan, sejak 2010 penyandang buta aksara di Sumenep mencapai 56 persen dari total 134,5 ribu penyandang, dan hingga saat ini sudah ada sekitar 80 ribu warga yang sudah mengikuti program keaksaraan fungsional.

“Dengan usia penyandang buta aksara dikisaran usia 40 ke 45 tahun, maka program pembelajaran fungsional memang harus tetap kita diberikan,”ungkapnya.

Sedangkan, jika mengacu pada Petunjuk Tehnis Pemerintah Pusat, tatap muka hanya dilakukan selama 114 jam. Untuk itu, perlu juga ada pendampingan tutor keluarga dengan memberikan pembelajaran yang sama, agar peserta tidak kembali lupa membaca dan berhitung.

Menurut Haryanto, dengan dianggarkan Rp 700 juta, diharapkan program pemberantasan buta aksara pada 2018 mendatang, bisa juga di singkronkan dengan Dana Desa (DD) melalui Gerakan Desa Pemberantasan Buta Aksara, sehingga target pada 2019 mendatang, Sumenep sudah bisa bebas dari buta aksara.

“Program ini memang membutuhkan kelanjutan, sebab kalau tidak diberikan pendampingan, maka bisa saja program ini menjadi sia-sia, karena banyak yang lupa,”tandasnya. ( Ren, Esha )