Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-12-2006
  • 620 Kali

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN AKAN EFEKTIF JIKA DIDUKUNG KESADARAN MASYARAKAT

Sumenep-Kominfo News Room : Program pemberdayaan perempuan akan efektif jika didukung oleh meningkatnya kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembudayaan kesetaraan dan keadilan gender. Ungkapan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Propinsi Jatim, Ir. Moeljadi saat menjadi Inspektur upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 78 Tahun 2006 di halaman Kantor Gubernur Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Jumat kemarin (22/12). Peringatan Hari Ibu merupakan upaya untuk mengenang dan menghargai jasa pejuang perempuan dalam meningkatkan kualitas moral bangsa demi terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender, agar terhindar dari tindak kekerasan, sehingga perempuan semakin berperan dalam ranah publik. Tema peringatan Hari Ibu tahun 2006, yakni “Dengan Semangat Hari Ibu ke 78 Kita Budayakan Kesetaraan dan Keadilan Gender”. Tema ini mengandung makna bahwa pembudayaan kesetaraan dan keadilan gender merupakan alternatif paling rasional untuk meningkatkan kualitas hidup, peran dan kedudukan perempuan di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Upaya itu dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain melalui bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang hukum, bidang politik. Di bidang Kesehatan, yakni dengan meningkatkan Gerakan Sayang Ibu. Tujuannya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi akibat persalinan, serta meningkatkan program dan mengembangkan jaringan antar lembaga yang peduli terhadap kesehatan Ibu dan Anak. Di bidang Pendidikan, menekan kesenjangan pendidikan antara perempuan dan laki-laki melalui berbagai upaya peningkatan program pendidikan seperti program paket A, paket B serta pemberian bantuan bagi pendidikan SD dan SLTP. Dibidang Ekonomi, meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi produktif melalui program perluasan kesempatan kerja dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta mendorong timbulnya kelompok usaha ekonomi produktif yang dikelola oleh perempuan. Dibidang Hukum, memberikan perlindungan hukum dan advokasi bagi perempuan korban kekerasan dan traficking. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan diharapkan mampu mengurangi terjadinya kasus pelanggran terhadap hak-hak perempuan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penanganan masalah ini. Bidang politik, masih rendahnya partisipasi perempuan di bidang politik selama ini sebagai akibat dari lemahnya dukungan sosial masyarakat. Untuk mengatasi hal ini telah ditetapkan dan diberlakukan strategi peningkatan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Gubernur menambahkan, program pemberdayaan perempuan akan efektif jika di dukung oleh meningkatnya kepedulian dan kesadaran segenap lapisan masyarakat terhadap pentingnya pembudayaan kesetaraan dan keadilan gender. Kepala Badan Pengelolaan Data dan Elektronika Propinsi Jatim, Ir. Asianti Oetojo, M.Si ditemui seusai upacara mengatakan, peringatan Hari Ibu merupakan salah satu peringatan yang istimewa, karena peran ibu itu adalah segala-galanya. “Peran ibu adalah mendidik, membesarkan serta mendoakan putra-putrinya,” ujarnya Menurut dia, seorang Ibu bukan hanya bertanggungjawab kepada putra-putrinya saja, namun juga bertanggungjawab menjaga suami. Tanggungjawab menjaga suami dimaksud, agar suami betah atau kerasan dirumah, dan memperjuangkan hak suami untuk mencari nafkah, karena suami sebagai kepala rumah tangga. “Ini semua tergantung dari Ibu. Apabila seorang Ibu tidak berbuat sesuai dengan tanggungjawab dan fitrahnya, maka bapak maupun anak tidak betah di rumah,” imbuhnya. ( JNR, Esha )