News Room, Rabu ( 20/10 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep bertekad untuk mempermudah dan mempercepat proses penyelesaian administrasi bagi investor yang berminat mendirikan pangkalan elpiji di wilayah daratan dan kepulauan. Kepala Bagian Perekonomian Sekretaraiat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengatakan, keinginan mempercepat proses penyelesaian administrasi pendirian pangkalan elpiji sebagai upaya menyediakan gas elpiji di Kabupaten Sumenep, mengingat Pertamina menetapkan program konversi minyak tanah ke gas elpiji tuntas per 1 Januari 2011. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen perlu pembangunan pangkalan elpiji di Kabupaten Sumenep, sehingga pasokan gas elpiji tidak mendatangkan dari daerah luar. ”Kalau tahun depan di Sumenep sudah konversi minyak tanah ke gas elpiji, maka tetunya kebutuhan elpiji sangat tinggi. Sedangkan saat ini, pasokan gas elpiji masih didatangkan dari Pamekasan, mengingat satu-satunya SPBE yang terdapat di Kecamatan Bluto masih belum dioperasikan. H. Suprayugi mengatakan, sedikitnya ada 2 orang investor yang sudah menyatakan berminat membanguan pangkalan elpiji, yakni di Kalianget dan di Talang, bahkan Pemerintah Kabupaten Sumenep juga sudah mengirimkan Surat Edaran pada seluruh Camat untuk menginformasikan pada warga masyarakat pengusaha pangkalan minyak tanah, bensin dan solar juga bisa mengajukan ijin menjadi pangkalan gas elpiji. ”Terkait dengan program konversi minyak tanah ke gas elpiji di Kabupaten Sumenep sudah tuntas 60 hingga 70 persen,”tegasnya. ( Yasik,Esha )