Sumenep-Kominfo News Room : Beras merupakan kebutuhan bahan pokok bagi seluh masyarkat. Sementara di Kabupaten Sumenep produksi beras tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat, mengingat luas areal tegal kurang lebih 98,365 hektar atau 50 prosen, dan sawah hanya sekitar 27,700 hektar atau 11 prosen, dari luas wilayah di Sumenep dengan produksi beras mencapai sekitar 158.000 ton per tahun. Demikian tegas Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Sunardiono, S.Pt. pada acara Interaktif di Radio Gema Sumekar (RGS) Sumenep, Kamis (04/01). Sunardiono mengatakan, dalam rangka peningkatan produksi padi untuk mendukung ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan kebijakan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dengan mengadakan subsidi benih terhadap petani dari dana APBN tahun 2007, membentuk gabungan kelompok, membentuk kelompok penangkar benih dan menggunakan teknik pengendalian hama serta memberi penguatan modal bagi petani. Disisi lain Sunardiono, dalam harapannya mengatakan, untuk mencukupi kekurangan pangan khususnya di Kabupaten Sumenep, pihaknya meminta kepada masyarakat hendaknya kembali pada budaya yang lama dengan mengkonsumsi makanan jagung atau karbon hidrat yang berasal dari singkong atau tanaman lain, sehingga ketergantungan masyarakat terhadap beras akan berkurang. Ketika disoal apakah padi juga bisa ditanam pada lahan kering atau tegal, Sunardiono menjawab, padi bisa ditanam di lahan tegal atau lahan kering maupun dengan cara tumpang sari, namun jenis varitas yang akan ditanam harus disesuaikan dengan kondisi tanahnya. Hal itu hasil produksi akan mendekati dari yang biasanya, asalkan mengikuti petunjuk teknis dari para penyuluh pertanian. ( Soek, Esha )