News Room, Kamis ( 15/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep, akhirnya bisa bernafas lega terkait perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam. Karena, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengucurkan dana senilai Rp. 9,7 milyar. Besaran dana tersebut, diperuntukkan memperbaiki sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana alam, baik itu disebabkan banjir, air pasang, ataupun hantaman gelombang yang menerjang rumah penduduk dipinggir pantai. Anggaran Rp. 9,7 milyar yang merupakan bantuan dari pusat itu disebar pada 3 dinas pekerjaan umum, yaitu Dinas PU Cipta Karya, Bina Marga, dan Dinas PU Pengairan. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Edy Rasiyadi, MM menjelaskan, dari Rp. 9,7 milyar bantuan pusat itu, untuk dinas PU pengairan mendapatkan jatah bantuan sebesar Rp. 3 milyar lebih. “Dengan dana Rp. 3 milyar lebih, kami sudah menggunakannya untuk memperbaiki sejumlah tangkis laut yang jebol, diantaranya di Kecamatan Ambunten dan Kepulauan Sapeken, Kangean dan Sapudi. Kemudian pengerukan sungai yang tiap tahun airnya selalu meluap, seperti di Muangan dan Sindir,”kata H. Edy Rasiyadi, di Sumenep, Kamis (15/12). Penggunaan bantuan milyaran rupiah dari pusat itu, kata H. Edy, diberikan bagi daerah yang menjadi prioritas perbaikan. Sebab, anggaran tersebut tidak cukup memperbaiki semua tangkis laut yang jebol, mengingat sudah tersebar luas antara daratan maupun kepulauan. “Oleh karena itu, kami mengambil skala prioritas dalam memperbaiki tangkis laut jebol, yang lokasinya bersentuhan langsung dengan prumahan penduduk. Semisal, di Kecamatan Ambunten, Dungkek, termasuk pulau Sapeken dan Sapudi,”terangnya. Diharapkan, tahun depan Dinas PU Pengairan kembali mendapat kucuran dana lebih besar guna memperbaiki infrastuktur tangkis laut jebol dan sungai. “Masih banyak daerah yang belum tersentuh dalam perbaikan infrastruktur tangkis laut jebol ini. Sebab, anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun 2011, sangat terbatas, sehingga sulit dialokasikan untuk memperbaiki tangkis laut yang jebol tersebut. Mudah-mudahan tahun depan, perolehan dana bantuan dari pusat bisa lebih besar dibanding tahun sekarang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )