Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-09-2012
  • 460 Kali

Pemkab Sumenep Sosialisasikan Pengembangan Ekonomi Kreatif

News Room, Rabu ( 19/09 ) Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi alam luar biasa perlu pula ditunjang dengan mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya dengan terus mengembangkan ketrampilan dan kreatifitas masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si pada pembukaan sosialisasi Pengembangan Ekonomi Kreatif (PEK) di Hotel Garuda Sumenep, Rabu (19/09). Menurutnya, untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep sangat tepat, karena kondisi Kabupaten Sumenep yang memang kondisinya luar biasa. “Disamping terus mengembangkan potensi serta kreatifitas dibidang ketrampilan, penting pula memperhatikan sosial dan budaya masyarakat Sumenep dengan memperhatikan kearifan lokal,”ujarnya. Sebab, Kabupaten Sumenep disamping memiliki seni budaya serta tradisi yang tetap terjaga sejak dulu, juga tetap membuka peluang serta kreatifitas yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Salah satunya, dengan potensi kelautan dan perikanan yang luas, perlu terus dilakukan kreatifitas, bagaimana mengelola hasil kelautan dan perikanan menjadi barang yang memiliki daya jual dan pangsa pasar luas. “Kami harapkan, dengan hasil kreatifitas yang akan dilaksanakan para pelaku ekonomi dan pengrajin di Sumenep, akan mampu bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah,”tambahnya. Sementara Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menjelaskan, kegiatan sosialisasi pengembangan ekonomi kreatif bertujuan untuk membuat kebijakan yang tepat dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep. “Disamping itu juga untuk meningkatkan SDM kteatif dan mendorong partisipasi masyarakat dalam berkontribusi untuk pengembangan ekonomi,”ujarnya. Nantinya, tegas H. Syaiful para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep memiliki ruang gerak untuk membuka usaha dari kreatifitas yang dihasilkan, baik secara individu maupun komonitas. Kegiatan sosialisasi yang diikuti sebanyak 50 orang itu terdiri dari utusan Dinas terkait yang masing-masing 2 orang dengan binaannya. Sedangkan nara sumber mendatangkan dari Biro Administrasi Perekonomian Jawa Timur dan Pelaku Usaha Kreatif dari Kabupaten Gresik. ( Ren, Esha )