News Room, Senin ( 09/01 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menekankan pimpinan dan jajaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri I Sumenep, untuk melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan sarana dan prasana pendidikan di lembaga tersebut. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat sosialisasi SBI dan pengukuhan pengurus Komite Sekolah RSBI SMP Negeri I Sumenep di aula sekolah setempat, Senin (09/01) mengatakan, pimpinan RSBI SMP Negeri I Sumenep harus melakukan terobosan, baik Pemerintrah Propinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat, untuk mengembangkan sarana dan prasana lembaga pendidikan, guna meningkatkan mutu pendidikan di lembaganya. Apabila RSBI SMP Negeri I Sumenep hanya mengandalkan bantuan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, sangat mustahil, karena anggaran dana APBD sangat terbatas. ”Memang kalau berharap setiap tahun APBD untuk membanguan sarana dan prasarana di SMP Negeri I Sumenep sangat tidak mungkin, karena APBD untuk dunia pendidikan termasuk dengan gaji guru saja sudah mencapai Rp. 530 milyar. Jadi kami harapkan pimpinan RSBI SMP Negeri I Sumenep dan Dinas Pendidikan untuk mencari peluang kucuran dana dari APBN dan APBD Propinsi Jawa Timur,”tegasnya. Bupati menyatakan, pimpinan RSBI SMPN I Sumenep dan Komite Sekolah juga harus menjadi pioner pembangunan mutu kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep, karena sekolah tingkat SMP yang berstatus RSBI di Kabupaten Sumenep hanya di SMPN I Sumenep. Bahkan harus membangun kepercayaan kualitas pendidikan pada masyarakat, sehingga masyarakat merasa sangat membutuhkan RSBI SMPN I Sumenep untuk menyekolahkan anak-anaknya di lembaga tersebut. ”Ketika masyarakat merasa butuh, pasti masyarakat mau berkorban, semisal memberikan sumbangan untuk peningkatan sarana dan prasarana di lemabaga RSBI SMPN I Sumenep,”ungkapnya. Ditempat yang sama, Kepala RSBI SMPN I Sumenep, Drs. Mohammad Arief mengungkapkan, lembaganya memang sangat kekurangan sarana dan prasarana terutama ruang laboratorium, karena laboratorium di lembanya hanya ada 3 ruangan. ”Untuk kebutuhan ruangan laboratorium di RSBI SMPN I Sumenep sebanyak 8 ruangan, tapi saat ini yang ada hanya baru 3 laboratorium saja, yakni laboratorium Bahasa, IPA dan Komputer. Dan kami sudah melakukan usaha terobosan untuk menambah ruangan laboratorium tersebut dengan berkerja sama dan mangajak pihak investor, untuk membangun laboratorium tersebut,”imbuhnya. ( Yasik, Esha )