News Room, Kamis ( 10/09 ) Hingga detik ini, pemohon bantuan keagamaan untuk guru ngaji melalui APBD Kabupaten Sumenep belum mencapai target. Berdasarkan data jumlah pemohon bantuan keuangan bagi guru ngaji hanya sebanyak 500 orang. Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Sumenep, Abdurrahman, SH, MM mengatakan, pemohon bantuan kesejahteraan keuangan bagi guru ngaji memang masih kurang sekitar 130 orang, sebab jumlah pemohon bantuan dari kuota 630 orang hanya sebanyak 500 orang. Untuk mencapai target angka penerima bantun, pihaknya meminta Camat dan Kepala Desa, baik daratan dan kepulauan melakukan pendataan guru ngaji diwilayahnya. Bahkan mengusulkannya pada pemerintah Kabupaten Sumenep untuk penerima bantuan tahun ini. â€ÂKami melalui Camat dan Kepala Desa minta dukungannya untuk mendata guru ngaji yang belum mendapatkan bantaun dan yang sudah pernah mendapatkan bantuan. Namun sudah bisa menerima bantuan untuk diusulkan ke instansinyaâ€Âtegasnya Abdurahman menyatakan, pihaknya tetap mencairkan dana bantuan keuangan bagi guru ngaji, meskipun angka pemohon bantuan tidak mencapai pagu. Itu dilakukan agar dalam program bantuan bidang keagamaan APBD Kabupaten Sumenep tidak terjadi pelampauan anggaran. Pihaknya menjadwalkan penyerahan bantuan keuangan guru ngaji paling lambat akhir bulan Oktober 2009, bersamaan dengan bantuan bidang keagamaan yang lain, seperti bantuan masjid, mushalla dan Pondok Pesantren. ( Yasik, Esha )