News Room, Senin ( 03/08 ) Pemohon beasiswa Perguruan Tinggi (PT), baik negeri maupun swasta pada tahun anggaran 2009, mencapai 2.900 mahasiswa. Sedangkan jatah beasiswa sebanyak 1.000 orang, yang diperuntukkan bagi mahasiswa lokal dan interlokal. Kepala Bidang Perencanaan Pembangungan Sosial Budaya Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Drs. Ec. H. Sustono, M.Si mengatakan, Tim Penyeleksi yang terdiri dari Dinas Pendidikan (Diknas), Pemerintah Kabupaten, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Dewan Pendidikan Sumenep (DPS), masih turun kelapangan, guna melakukan penyeleksian. Sebab, dari 2.900 pemohon, yang memenuhi persyaratan hanyA 1.938 pemohon. “Untuk mengetahui finalisasi proses penyeleksian itu, kami berencana akan mengumpulkan Tim Penyeleksi pada Kamis (06/08) nanti, sebagai penentu mahasiswa yang berhak menerima beasiswa sebanyak 1.000 orang,†terang H. Sustono, pada wartawan di kantornya, Senin (03/08). Ia menjelaskan, mahasiswa lokal yang akan menerima beasiswa itu adalah mahasiwa yang kuliah di Perguruan Tinggi di Sumenep, baik Universitas Wiraraja (Unija), IDI Al-Amien Pragaan, STKIP PGRI, Stika An-Nuqayah, STITA Terate, STAIN, dan Al-Karimiyah Desa Braji. “Kemudian, pemberian beasiswa interlokal itu, diberlakukan bagi mahasiswa Sumenep yang menuntut ilmu di Perguruan Tinggi di luar daerah,â€Âkatanya. H. Sustono menerangkan, berdasarkan ketentuan yang ada, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, bagi mahasiswa yang berasal dari kepulauan ketika mengajukan permohonan beasiswa dipermudah, yakni tidak usah diseleksi. “Kami memang memprioritaskan beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari kepulauan. Ada 5 orang asal kepulauan Arjasa yang mengajukan beasiswa, jadi kami langsung loloskan,â€Âungkapnya menambahkan. Bahkan, H. Sustono memaparkan, pemberian beasiswa ini, juga diberlakukan bagi mahasiswa yang sudah menempuh skripsi maupun tugas akhir (TA) di Perguruan Tinggi, baik Strata-1 ataupun Strata-2. “Realisasi pencairan beasiswa ini, akan dilakukan pada bulan Agustus 2009 ini,†ujarnya. ( Nita, Esha )