News Room, Rabu ( 20/07 ) Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana untuk mensubsidi ongkos angkut kebutuhan pokok, dalam rangka menekan lonjakan harga di pasar. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum ditemui seusai pembukaan puncak pencanangan Hari Koperasi ke 64 Jawa Timur, di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Rabu (20/07) mengatakan, pihaknya untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar, akan mengucurkan dana bantuan subsidi untuk ongkos pengangkutan barang dari pabrik ke Kabupaten/Kota. Pihaknya akan mengintervensi pasar dalam proses distribusi komoditas dari pabrik ke konsumen, sehingga yang biasanya pengiriman komoditas dari pabrik ke konsumen harus melalui beberapa tahapan, seperti pedagang besar, koperasi pasar, dan pasar. Namun dengan subsisi biaya pengangkutan tersebut, rentetan panjang proses distribusi dari pabrik ke konsumen bisa dipotong. "Secara psikologis sejumlah barang naik ketika bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, sehingga dengan subsidi biaya angkut itu bisa menekan kenaikan harga komoditi tersebut."tegasnya. Gubernur menyatakan, barang kebutuhan pokok yang akan diintervensi mekanisme distribusinya itu, yakni beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu. Harga empat komoditas tersebut cenderung naik menjelang bulan Ramadan. Oleh karena itu, harus melakukan intervensi pasar, guna menekan harganya. ”Hingga saat ini harga komoditas tidak semuanya mengalami kenaikan, dari beberapa komoditas yang mulai naik diantaranya telur dan daging ayam. "Sedangkan bawang merah dan beras premium harganya stabil, tapi untuk beras medium harganya memang naik."ungkapnya. ( Yasik, Esha )