Sumenep-Kominfo News Room : Selama ini penanganan imunisasi campak di Jatim belum berjalan efektif. Demikian dikatakan Kasubdin Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dr. Budi Rahaju, MPH di kantornya Surabaya, Jumat (14/09) kemarin. Dari 100 anak yang diimunisasi hanya 90 anak efektif terbebas, sedangkan 10 anak belum terbebas. Menurut dia, setiap tahun di Jatim selalu ada anak yang rentan penyakit campak yang jumlah insidennya atau kejadian mencapai 0,35 prosen dengan jumlah cakupan mencapai 90 prosen. Oleh karena itu, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan kampanye imunisasi campak yang ditujukan untuk seluruh anak di Jawa Timur, baik yang telah mendapatkan imunisasi campak ataupun yang belum. Pada 2006 KLB campak yang terjadi di Propinsi Jatim mencapai 32 kejadian, jumlah penderita 602 orang, dengan jumlah kematian mencapai 3 orang tersebar di 16 Kabupaten/Kota. Di antaranya di Jember, Pasuruan, Situbondo, dan Trenggalek. Dengan imunisasi yang efektif, maka 90 prosen anak-anak akan kebal dari serangan penyakit terutama campak. Namun, itu tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa kesadaran para orang tua mengenai pentingnya imunisasi. Campak disebabkan oleh bakteri paramiksovirus. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir dari ibu yang kebal (berlangsung selama 1 tahun). Sedangkan orang-orang yang rentan terhadap campak adalah bayi berumur lebih dari 1 tahun, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi, remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua. Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa nyeri tenggorokan, hidung meler, batuk, nyeri otot, demam, mata merah, fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau). Kemudian 2-4 hari muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar. Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. Dan 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang. Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari. ( JNR, Esha )