Batang-batang-Kominfo News Room : Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) merupakan survey yang dirancang untuk mengumpulkan data sosial kependudukan yang cakupannya relatif sangat luas. Data yang dikumpulkan antara lain menyangkut bidang pendidikan, kesehatan/gizi, perumahan, dan sosial lainnya. Hal tersebut disampaikan Petugas Statistik Kecamatan Batang-batang, Khairil Anwar, saat ditemui News Room, disela-sela pendataan di Desa Batang-batang Laok, Jumat kemarin (16/03). Dikatakan Anwar, sapaan sehari-sehari, bahwa kegiatan sosial budaya, konsumsi/pengeluaran dan pendapatan rumah tangga serta perjalanan dan pendapatan masyarakat mengenai kesejahteraan rumah tangga sejak tahun 1992 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Susenas mengumpulkan data Kor (keterangan pokok) dan data Modul (keterangan khusus) setiap tahun. Sedangkan data Modul dikumpulkan bersamaan dengan data Kor setiap tahun sekali, yang mencakup modul konsumsi dan pengeluaran rumah tangga, modul pendidikan dan sosial budaya serta modul perumahan dan kesehatan. Ditanya apakah pengumpulan data melalui Susenas Modul konsumsi 2007, secara umum Anwar mengatakan bahwa tujuannya adalah tersedianya data kesejahteraan masyarakat yang menyangkut pendidikan, kesehatan, dan kemampuan daya beli. Secara khusus, jelas Anwar, tersedianya data pokok tentang kesejahteraan masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi keberhasilan pembangunan, juga akan tersedianya data rinci tentang kesejahteraan rumah tangga, seperti sosial budaya, pendidikan, kesehatan/gizi, vertilitas/KB dan data kependudukan menurut golongan umur, jenis kelamin, dan status perkawinan, serta tersedianya data angka kemiskinan sampai pada tingkat Propinsi. Dengan adanya pelaksanaan Susenas, apakah yang akan dihasilkan oleh BPS ?, Anwar mengatakan, bahwa yang akan dihasilkan dari Susenas modul konsumsi 2007 ini antara lain, statistik/indikator kesejahteraan rakyat serta angka kemiskinan. Anwar menjelaskan, angka kemiskinan dihitung dari data pengeluaran rumah tangga yang diperoleh dari pengumpulan data modul, baik yang berasal dari kelompok makanan maupun non-makanan. Adapun angka kemiskinan tersebut diharapkan dapat disajikan hingga ke tingkat Propinsi. ( JuP-18, Esha )