Sumenep-Kominfo News Room : Memasuki minggu ketiga bulan April 2006, angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumenep terus mengalami penurunan, hingga mencapai titik terendah, yakni hanya 3 orang penderita DBD yang dirawat di RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Dengan penurunan yang terjadi secara terus-menerus sejak minggu terakhir Maret 2006 lalu, yakni jumlah penderita DBD 10 orang, kemudian minggu kedua April dengan penderita 7 orang dan minggu ketiga April hanya 3 orang, maka status Kejadian Luar Biasa (KLB) sudah dicabut. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. E. Shinta W. Oetomo, melalui Kasie Pencegahan dan Penanganan Penyakit, H. Abdurrahman. Abdurrahman menuturkan, meskipun virus DBD yang menyerang penderita memasuki fase ganas, seperti halnya kejang-kejang, status KLB itu tetap dicabut. Karena, penderita DBD berdasarkan data yang ada, terus menurun. Artinya, pencabutan status KLB tersebut tidak memandang dari segi virus yang menyerang penderita, melainkan dilihat dari angka penderita. Abdurrahman menerangkan, sesuai dengan data, periode KLB itu, terjadi sejak bulan November 2005 hingga awal Maret 2006. Karena itu, ia menjelaskan, jumlah penderita DBD yang dirawat di RSD Sumenep sejak awal tahun 2006 hingga 15 April 2006 mencapai 435 orang, dan meninggal 3 orang, dan apabila diprosentasekan, maka angka kematian mencapai 0,69 prosen, kemudian angka insiden 43, 24 per 100 ribu penduduk. Ditandaskan, selama ini penderita DBD tersebut, menyebar di 97 Desa, dan 19 Kecamatan. Sehingga, 8 Kecamatan dinyatakan bebas dari penderita DBD, yakni Kecamatan Masalembu, Sapeken, Kangayan, Gayam, Nong-gunong, Arjasa, Ra’as dan Dungkek. ( Nita, Esha )