Sumenep-Kominfo News Room : Gonjang -ganjing rencana pendidikan dan kesehatan akan digratiskan seperti halnya daerah Jembrana Propinsi Bali, nampaknya perlu dikaji kembali. Pasalnya, menurut penjelasan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM ketika acara Sosialisasi PKPS BBM Bidang Pendidikan di Wisma Sumekar Sumenep, Rabu pagi (26/04), penerapan sistem pendidikan dan kesehatan gratis tidak semudah seperti yang dibayangkan, alasannya, masih banyak variable-variabel yang perlu diperhatikan, diantaranya mengenai jumlah penduduk dan letak geografisnya serta lembaga pendidikan lebih banyak. Bupati menuturkan, daerah Jembrana dengan jumlah penduduk yang hanya mencapai 250 jiwa didukung oleh kekuatan APBD sebesar Rp. 300 juta, padahal di Kabupaten Sumenep dengan jumlah penduduk yang mencapai 1 juta jiwa, hanya didukung kekuatan APBD sekitar Rp. 700 juta. Selian itu sistem pembebasan biaya pendidikan dan kesahatan di daerah Jembrana itu tidak semuanya tanpa biaya, sebab meski pendidikan itu digratiskan, namun harga beli buku lebih mahal, disamping itu untuk kesehatan dibebaskan dari biaya, itu hanya untuk biaya pengobatan dibawah Rp. 25.000,00. Padahal menurut mantan Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah sejak lama, baik secara langsung maupun tidak langsung sudah memberikan biaya keringanan dalam dunia pendidkan. Hanya saja, bantuan itu beraneka ragam, seperti bantuan keuangan murid, bantaun keuangan sekolah, dan bantuan keuangan biaya tranpotasi guru. ( Yasik, Esha ) ----------oooOooo----------