News Room, Senin ( 10/09 ) Penebusan beras untuk rakyat miskin (raskin) di Kabupaten Sumenep, selama 3 bulan terakhir ini, rendah. Berdasarkan data di Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, pada bulan Juni 2012 kemarin, dari 27 Kecamatan, yang melakukan penebusan raskin sebanyak 21 Kecamatan. Kemudian, pada Juli 2012 lalu, hanya 10 Kecamatan. Sedangkan bulan Agustus 2012, baru 3 Kecamatan yang menebus raskin. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si menjelaskan, rendahnya penebusan raskin itu, terjadi sejak keluarnya data baru mengenai Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM), yang ternyata jatah untuk Sumenep berkurang 6.000 lebih. “Diduga, penurunan penerima raskin inilah menjadi pemicu rendahnya penebusan raskin di Sumenep. karena, kepala desa kesulitan dalam merealisasi pengurangan jatah raskin bagi masyarakat. Sebab, kenyataan dibawah masyarakat belum bisa menerima pengurangan data penerima raskin tersebut,” kata H. Syaiful, Senin (10/09). Penurunan penerima raskin itu, kata H. Syaiful, memang mempengaruhi terhadap penebusan raskin. Karena, warga yang sebelumnya mendapat raskin pada bulan Januari hingga Mei 2012, ternyata tidak masuk dalam data RTSPM berikutnya, Juni hingga Desember 2012. “Tapi, Tim Raskin Kabupaten bersama Kecamatan hingga tingkat Desa, terus berupaya melakukan sosialisasi atas pengurangan data RTSPM pada masyarakat,”terangnya. H. Syaiful mengungkapkan, kedepan dipastikan sudah ada Kecamatan yang mulai menebus raskin untuk jatah bulan Juli hingga Agustus 2012. “Ada sektiar 6 Kecamatan yang sudah melakukan persiapan untuk menebus raskin, jatah Juli hingga Agustus 2012. Mudah-mudahan ini diikuti Kecamatan lainnya,”ungkapnya. ( Nita, Esha )