Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-12-2008
  • 448 Kali

Penegakan HAM Minim, Mahasiswa Turun Jalan

News Room, Rabu (10/12) Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep, menggelar aksi unjuk rasa pada hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Bundaran Kota, Jalan Trunojoyo. Mereka menilai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gagal dalam mengawal HAM. Terbukti, masih banyak kasus yang belum berhasil diungkap, seperti halnya orang hilang dan mahasiswa yang terjadi selama Orde Baru. Bahkan, dari sisi sektor kesejahteraan masyarakat, utamanya penyediaan pupuk dan lapangan kerja juga tidak tersedia dengan optimal. Bahkan, kehidupan yang layak, akses informasi dan pendidikan yang memihak warga miskin juga belum menyentuh secara maksimal. Itu terjadi, akibat ketidak cermatan pemerintah pada kebutuhan riil masyarakat, sehingga kondisi tersebut merupakan pelanggaran HAM yang dilakukan penguasa. Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Adi Purnomo dalam orasinya mengatakan, secara terstruktur dari pemerintah pusat hingga daerah tidak memperhatikan kebutuhan riil masyarakat saat ini, terutama pengadaan pupuk. Akibatnya, banyak petani yang terancam gagal panen. Padahal, untuk mendapatkan kehidupan yang layak di jamin oleh negara. “Saat ini petani banyak yang menjerit, gara-gara sulitnya mendapatkan pupuk. Sementara, pemerintah kurang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Ini kan sudah pelanggaran HAM,” tegas Purnomo di Bundaran Kota Sumenep, Rabu (10/12). Pengunjuk rasa yang membawa berbagai macam poster dan bertuliskan kecaman terhadap pemerintah, juga menggelar shalat ghaib sebagai lambang kematian terhadap HAM di Indonesia. Aktifis mahasiswa yang berasal dari STIKA Guluk-guluk, Universitas Wiraraja, STKIP PGRI serta dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep berjanji akan menggelar aksi lebih besar. Aksi tanpa ada pengawalan polisi tersebut berlangsung damai dan akhirnya membubarkan diri setelah puas menggelar orasi. ( Nita, Esha )