Sumenep-Kominfo News Room : Pemerintah akan menayangkan langsung melalui siaran televisi upaya mencari bulan baru (hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1428 Hijriah. Siaran langsung akan dilakukan dari lima lokasi observasi dengan teropong hilal. Misalnya, dari Planetarium Institut Kesenian Jakarta dan teropong Bosscha di Lembang, Bandung. "Nanti upaya mencari hilal akan ditayangkan langsung TVRI agar seluruh rakyat bisa ikut menyaksikan pencarian hilal," ujar Menteri Agama Maftuh Basyuni usai menghadiri Rakornas Bidang Keagamaan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, kemarin. Hadir dalam acara itu Romo Eddy (Keuskupan Jakarta), Pendeta Richard Daulay (PGI), KH Ma’ruf Amin (MUI), Dr. I Made Gede (Hindu), dan Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzzeta. Pencarian hilal akan dilakukan pada 11 September. Bila hilal telah terlihat, sidang isbat akan menentukan awal puasa pada 12 September. Bila hilal tidak terlihat, awal Ramadan akan ditetapkan mulai 13 September. "Menurut hisab, secara keseluruhan ormas Islam sepakat awal Ramadan jatuh pada 13 September. Tapi, kita masih akan melihat hilal," paparnya. Menag menuturkan, Muhammadiyah dan NU punya metode masing-masing untuk menentukan awal Ramadan. Muhammadiyah akan menggelar pertemuan pakar internasional, sedangkan ulama NU bakal menggelar pertemuan di Brebes pada 6 September. Meski pemerintah memutuskan untuk melihat hilal, Maftuh Basyuni menghargai Muhammadiyah yang sudah menentukan 1 Ramadan bertepatan dengan 13 September. "Mereka biasa begitu karena menggunakan hisab. Saya selalu mengatakan, perbedaan jangan dijadikan penyebab perpecahan," jelasnya. Maftuh mengingatkan, perbedaan tersebut tak perlu terjadi apabila semua warga kembali kepada prinsip dasar pelaksanaan ajaran agama. Menurut dia, Islam sudah menegaskan kepada umatnya agar mematuhi aturan-aturan Allah, Rasulullah, dan para pemimpin atau pemerintah (ulil amri) dalam menjalankan syariat agama. "Kalau semua umat mengikuti keputusan pemerintah, tentu tidak akan ada perbedaan dalam menentukan awal puasa," terangnya. ( JP, Esha )