Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-02-2008
  • 511 Kali

Pengikut Aliran Sesat “Gajah Putih” Datangi Polres

News Room, Senin ( 04/02 ) Sedikitnya 9 orang pengikut aliran sesat yang mengatas namakan “Gajah Putih”, Senin pagi (04/02) mendatangi Polres Sumenep. Kedatangan mereka untuk memenuhi panggilan aparat kepolisian Resort Sumenep, setelah pimpinannya, Hasyim alias Pak Sa’adah dijemput paksa oleh Tim Resmob Polres Sumenep, pada Rabu (30/01) lalu. Menurut salah seorang pengikut aliran sesat Gajah Putih, Baisuki, selain memenuhi panggilan dari aparat kepolisian, 9 orang tersebut juga akan menyatakan mau bertobat atas kehilafan yang dilakukan selama ini dengan mengikuti aliran sesat. Baisuki mengaku, memang perbuatannya itu dianggap benar oleh dirinya sendiri, tapi bagi orang lain utamanya umat muslim, aliran itu dinilai menyesatkan, sehingga dirinya betul-betul akan bertobat dan akan kembali ke Sirotul Mustaqin atau jalan yang lurus. Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sumenep, Drs. KH. Safraji menyatakan, untuk saat ini tidak akan menerima pertobatan dari pengikut aliran sesat tersebut, meskipun sudah ada pernyataan untuk bertobat. Karena, pihaknya khawatir tobat yang dilakukan para pengikut aliran sesat itu ditopangi faktor politis, mengingat pimpinan mereka sudah diamankan oleh aparat kepolisian. KH. Safraji menerangkan, pertobatan itu harus melalui mekanisme yang benar, karena ditakutkan pertobatan tersebut hanya dilakukan didepan pejabat saja, tapi setelah selesai akan kembali kepada ajaran semula seperti yang terjadi di wilayah lainnya. Sehingga pertobatan itu tidak hanya diucapkan secara lisan, tapi harus ada pernyataan tertulis dan disaksikan oleh beberapa tokoh ulama dan pejabat terkait. KH. Safraji menjelaskan, sebelum pengikut aliran sesat itu menyatakan bertobat, MUI akan melihat perilaku keseharian dari para pengikut tersebut. Karena, pernyataan tobat itu sebetulnya tidak perlu dikeluarkan oleh pengikut aliran sesat, tapi cukup pimpinan aliran sesat yang menyatakan akan bertobat. Apabila pimpinannya sudah bertobat, otomatis para pengikutnya juga akan bertobat. ( Nita, Esha )