News Room, Selasa ( 22/03 ) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar, karena Muslimat NU merupakan wadah kegiatan perempuan yang turut menentukan didalam laju keberhasilan pembangunan, baik fisik, material maupun pembangunan mental spiritual. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, MSi melalui Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Sumenep, Drs. H. Ach. Fauzi, MM dalam acara pelantikan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Sumenep, periode 2010-2015 di Gedung Ki Hajar Dewantara, Selasa (22/03). “Karena itu, dengan dilantiknya pengurus yang baru, dapat memantapkan kiprah dan peranan Muslimat NU dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan mental spiritual sekaligus pemberdayaan perempuan yang dilandasi nilai-nilai agama,â€ujarnya. Lebih lanjut menurut Bupati, sejarah pergeraklan wanita NU memiliki akar kesejarahan panjang dengan pergumulan yang amat sengit, yang akhirnya memunculkan berbagai gerakan wanita, baik Muslimat, Fatayat hingga Ikatan Pelajar Puteri NU. Ditegaskan pula Muslimat NU sebagai suatu gerakan dimana kaum wanita menjadi motor penggeraknya dengans asaran kegiatan selutruh keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, sehingga keberadaan Muslimat NU dapat membentuk keluarga yang sejahtera, yaitu keluarga yang mampu menciptakan keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara kemajuan lahiriyah dan kepuasan batiniah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sumenep, Nyai Hj. Aqidah Usmuni mengungkapkan, sebagai orang yang dipercaya dalam mengemban amanah untuk mengurus Muslimat NU dalam lima tahun kedepan, akan berupaya terus meningkatkan perjuangan Muslimat NU dalam mewujudkan pemberdayaan kaum perempuan yang memiliki nilai-nilai akhlak mulia (aklakul karimah). “Serta mewujudkan visi Muslimat NU yakni terwujudnya masyarakat sejahtera yang dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah dalam NKRI yang berkemakmuran dan berkeadilan yang di ridhoi Allah SWT,â€ujarnya. Sementara kegiatan pelantikan PC Muslimat NU Kabupaten Sumenep juga sekaligus dilakukan peresmian Kantor dan Toko BMT An-Nisa’ dan penyerahan bantuan sebesar Rp. 100 juta sebagai modal awal. Yang diharapkan melalui modal awal itu dapat mengembangkan usahanya dan kegiatan ekonomi syari’ah dengan simpan pinjam tanpa bunga. ( Ren, Esha )