Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-02-2009
  • 555 Kali

Pengusaha Meubel Desa Tenonan Harapkan Sentuhan Modal

News Room, Jum’at ( 13/02 ) Secara perlahan pengusaha meubel di Desa Tenonan Kecamatan Manding, semakin bertambah. Bertambahnya para pengrajin meubel ini terjadi secara bertahap, dan setiap hari muncul pengrajin-pengrajin baru yang belajar secara otodidak. Kepala Desa Tenonan, Missahwan mengaku bangga dengan karya para pengrajin meubel di Desanya, sebab setahap demi setahap dapat memberikan penghidupan yang lebih layak bagi mereka. Sebab, diakui selama ini, awalnya mereka hanya sebagai tukang saja di tempat pengrajin meubel, seperti di Desa Karduluk dan beberapa pengusaha meubel di Sumenep. Namun, akhirnya dengan bekal ketrampilan dan keuletan, mereka bisa menghasilkan karya dan usaha secara mandiri. “Untuk bahan baku berupa kayu jati dan sebagainya, sebagian juga banyak diperoleh dari hasil hutan rakyat yang ada di Desa Tenonan sendiri, selebihnya ketika ada pesanan yang cukup besar, baru mereka memesan keluar kota,”ujar Missahlan. Kades yang baru setahun menjabat ini berharap ada perhatian, baik dari pemerintah maupun pengusaha yang bisa memberikan modal usaha bagi kelompok usaha masyarakat yang ada di Desanya. Sebab, selama ini mereka hanya memiliki modal ketrampilan dan kurang dari sisi modal usaha. Dari sekitar 15 pengusaha meubel di Desa Tenonan, diakui Missahlan masih masuk kategori home industri dan belum bisa dikategorikan perusahaan. Sebab, terkadang operasionalnya menggantungkan pada pesanan toko dan pedagang meubel yang datang. Karena itu, pihaknya mulai membentuk kelompok pengusaha meubel ini agar memiliki persatuan yang solid, sehingga akan lebih berkembang dan persaingan kwalitas maupun perdagangannya lebih baik. Hanya saja, terkadang mereka akan sulit diajak bersatu apabila tanpa sesuatu yang diharapkan dapat membantu usaha mereka untuk berkembang di kemudian hari. Karena itu, pihaknya akan mencoba mencari terobosan kepada pengusaha maupun instansi terkait untuk melirik potensi yang ada di Desanya itu. ( Ren, Esha )