News Room, Senin ( 14/01 ) Kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku tempe, berdampak terhadap produksi tempe, sejumlah pengusaha tahu dan tempe dengan naiknya harga kedelai yang mencapai 50 prosen, akan mengurangi hasil produksinya setiap hari. Moh. Rawi salah seorang pengusaha tahu dan tempe Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep menuturkan, saat ini sedikitnya ada 10 pengusaha tahu dan tempe yang gulung tikar, sebab harga kedelai sejak 1 bulan terkahir ini mulai melambung tinggi. Harga kedelai import dari Amerika Serikat, Prancis dan Itali yang biasanya per-kilo seharga Rp. 5.000,00, namun sekarang harganya mencapai Rp. 7.500,00 per-kilo, sedangkan kedelai lokal sudah tidak ada lagi dipasaran. Moh. Rawi menyatakan, seiring dengan kenaikan harga kedelai, pihaknya juga mengurangi produksi tempe dan tahu akibat pembelinya sangat kurang, padahal pihaknya sebelumnya sanggup menjual tahu dan tempe sampai ke daerah kepulauan seperti Sapeken, Kangean dan Giligenting, bahkan ke Kota Pamekasan. Sementara itu naiknya harga kedelai juga berpengaruh terhadap harga jual tempe, dimana akhir-akhir ini harga jual tempe naik 100 prosen dari harga sebelumnya. ( Yasik, Soek, Esha )