Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-02-2014
  • 538 Kali

Penyakit Demam Berdarah Dengue Masih Hantui Sumenep

News Room, Selasa ( 11/02 ) Meskipun angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumenep, pada awal tahun ini kecenderungannya menurun. Namun, kondisi ini dinyatakan belum aman dari penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk sejenis aidest aigepty tersebut. Data yang tercatat di Dinkes, jumlah penderita DBD sepanjang bulan Januari lalu sebanyak 37 kasus, dengan Kecamatan tertinggi yakni Kecamatan Saronggi sebanyak 17 penderita dan disusul Kecamatan Kota Sumenep sebanyak 4 penderita. Kepala Bidang Pencegahan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Dwi Regnani menjelaskan, faktor utama penyebab penyakit DBD itu adalah lingkungan yang kurang bersih. "Hasil evaluasi Dinkes, kondisi lingkungan di 2014 itu dinilai lebih baik dibanding 2013 lalu, indikasinya angka kasus DBS dengan bulan yang sama di tahun lalu itu jauh lebih menurun, yakni dari 348 di Januari 2013 menjadi 37 di Januari 2014,"kata Regnani, Selasa (11/02). Ia mengungkapkan, penurunan kasus DBD itu tidak membuat Dinkes berdiam diri, akan tetapi pihaknya tetap berupaya agar daerahnya aman dari DBD. "Kami terus menggalakkan sosialisasi, penyemprotan atau foging dan mengoptimalkan fungsi Puskesmas. Kami menginginkan Sumenep aman dari kasus DBD,"terangnya. Disamping DBD, menurutnya, penyakit yang juga menggejala di masyarakat akibat gigitan nyamuk itu adalah chikungunya. Namun, sampai saat ini, Dinkes belum mengetahui secara pasti jumlah penyakit chikungunya, karena umumnya warga yang terindikasi menderita penyakit tersebut tidak mendiagnosa penyakitnya ke Pusat Pelayanan Kesehatan. "Sebagian besar warga yang menderita chikungunya dirawat sendiri tanpa diperiksa ke Puskesmas, kecuali kalau tergolong parah. Tapi, di Sumenep sulit mendatanya, karena penderita tidak mendiagnosa penyakitnya ke Pusat pelayanan kesehatan,"ungkapnya. ( Nita, Esha )