News Room, Rabu ( 04/02 ) Penderita Demam Berdarah Dengue (BDB) di Kecamatan Lenteng tepatnya di Desa Lenteng Timur terus bertambah, bahkan saat ini ada sekitar 8 pasien yang di rawat di RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Penderita tidak hanya anak-anak, namun orang dewasapun juga ada yang terjangkit penyakit berbahaya ini. Seperti yang diungkapkan Kades Lenteng Timur, Muammar yang ditemui News Room di RSD Dr. H. Moh Anwar Sumenep kemarin malam mengaku setiap hari hampir selalu ada warganya yang diserang DBD. Sebagian memang ada yang hanya dirawat sebentar kemudian bisa pulang, namun ada yang seminggu lebih masih terbaring di Rumah Sakit. “Kami sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan untuk mendapat fogging (pengasapan), namun katanya anggaran untuk tahun 2008 lalu sudah habis. Kami berharap ada penanganan terhadap kasus DBD di Desa kami, sebab masyarakat resah karena khawatir akan menimpa masyarakat lebih banyak lagi,â€Âujar Muammar. Karena pihaknya berharap Dinas Kesehatan segera melakukan langkah-langkah mengantisipasi penyakit menular itu. Misalnya dengan melakukan fogging kebeberapa rumah penduduk maupun upaya lain yang bisa mengurangi penderita DBD di Desanya. Dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Susianto. S mengatakan, pihaknya sudah turun kebeberapa tempat seperti di beberapa Desa di Kecamatan Lenteng, memang ada dibeberapa tempat yang menderita DBD, namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sudah ada penurunan yang drastis. “Kita selalu turun kebawah untuk melihat gejala DBD secara langsung, meski ada penurunan angka penderita, namun kita tetap melakukan upaya pencegahan, seperti pemberian obat Abate secara gratis, penyemprotan dan sebagainya,â€Âujar dr. Susianto. Menurutnya, upaya penyemprotan hanya dilakukan apabila sudah benar-benar darurat. Sebab tegas dr. Susianto, sebenarnya obat fogging itu merupakan racun. Bahkan kalau masih bisa dilakukan pencegahan, sebaiknya tidak dilakukan fogging, karena akan mematikan hewan lain dan membahayakan bagi kesehatan. ( Ren, Esha )