News Room, Kamis ( 08/09 ) Dalam seminggu sejak Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah, suasana penyeberangan di pelabuhan penyeberangan Kalianget-Talango tampak ramai, tidak hanya hilir mudik masyarakat yang ingin berlebaran, namun pengunjung wisata, seperti Pantai Ponjuk dan Asta Yusuf kembali mewarnai keramaian penyeberangan, setelah sebulan penuh selama bulan puasa pengunjung ziarah sepi. Ketua Kelompok Perahu Penyeberangan (KPP) Kalianget-Talango, Buhaeni, mengungkapkan, pelayanan penyeberangan bagi penumpang, dalam seminggu ini diakui sangat ramai dari sebelumnya. Bahkan, pada Lebaran Ketupat, Rabu (07/09) kemarin merupakan puncak keramaian penumpang yang sengaja datang untuk berwisata. “Sementara, pengunjung yang datang dari luar daerah untuk berziarah juga mulai tampak sejak H+2 lebaran hingga hari ini juga masih cukup ramai.”ujarnya kepada wartawan tadi siang. Diakui, kebanyakan pengunjung yang datang dari luar yang kebetulan berlebaran di rumah familinya yang ada di Sumenep dan sebagainya. Sedangkan, ramainya pengunjung yang datang khusus untuk melaksanakan ziarah dari luar kota ke Asta Yusuf diakui lebih banyak pada saat liburan sekolah dan bulan Dzulhijjah. Sementara penyeberengan penumpang di lintasan pendek yang hanya membutuhkan perjalanan laut sekitar 15 menit itu, selama ini cukup normal. Pengoperasian perahu pelayaran di lintasan Kalianget-Talango berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada kendala yang berarti, baik kapal tongkang maupun perahu penyeberengan yang lainnya. Sedangkan, antrian panjang yang selama ini sering terjadi di pelabuhan hingga keluar pelabuhan, bukan merupakan calon penumpang yang akan menyeberang ke Talango. Namun, calon penumpang yang akan menyeberang ke Jangkar-Situbondo. Termasuk mobil angkutan orang maupun mobil barang seperti pic up dan truk. “Mudah-mudahan, pelayanan penyeberangan yang dilakukan pihak KPP terus berjalan dengan lancar, karena itu kami jugfa berharap segera ada pembangunan penyeberangan yang memadai untuk melayani masyarakat Kalianget-Talango serta pengunjung wisata dari luar daerah.”pungkasnya. ( Ren, Esha )