Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-04-2020
  • 1269 Kali

Peran Ganda, Antara Kemanusiaan Dan Tuntutan Sebagai Ibu Rumah Tangga

Media Center, Rabu ( 01/03 ) Sosok RA. Kartini secara berkelanjutan menjadi panutan bagi kaum hawa. Bahkan, ketersediaan tenaga kerja pada masa sekarang ini tidak hanya didominasi oleh tenaga kerja pria, namun juga oleh tenaga kerja wanita, dimana persentasenya terus meningkat setiap tahunnya. Perkembangan zaman yang pesat dan meningkatnya kebutuhan hidup dari tahun ke tahun menyebabkan tingginya tuntutan wanita untuk bekerja dan memberikan tambahan pendapatan untuk keluarga.

Wanita yang seharusnya melakukan peran pengasuhan secara penuh pada anak dan keluarganya, harus membagi waktu sedemikian rupa antara keluarga dan pekerjaan.

Berdasarkan proporsi pekerja menurut jenis pekerjaan di Indonesia, wanita paling dominan di bidang pekerjaan professional jasa dan bagian penjualan. Proporsi wanita yang tinggi di bidang pekerjaan profesional ini terkait dengan wanita yang bekerja sebagai guru dan perawat, yang secara tradisi memang didominasi wanita.

Perawat merupakan salah satu profesi yang sering dijalani para wanita. Perawat memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, karena tugas pokok seorang perawat adalah merawat pasien untuk mempercepat proses penyembuhan. Peran ganda yang dijalani para perawat sangat mempengaruhi kinerjanya dalam melakukan pekerjaan.

Menurut penuturan seorang perawat di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Sri Suherlina, menjalani dua peran sekaligus, sebagai seorang perawat dan sebagai ibu rumah tangga, tidaklah mudah. Peran ganda yang dijalani tidak jarang menimbulkan konflik.

“Kita dituntut harus bisa membagi waktu antara pekerjaan yang sifatnya kemanusiaan sekaligus tuntutan sebagai ibu rumah tangga,” tuturnya.

Di satu sisi, kata Erlin, sapaan akrab Sri Suherlina ini, perawat dituntut untuk bertanggung jawab dalam mengurus dan membina keluarga secara baik, namun di sisi lain, sebagai seorang perawat yang professional mereka dituntut pula untuk bekerja sesuai dengan standar rumah sakit dengan menunjukkan kinerja yang baik.

“Secara pribadi saya akui tidak maksimal menjalankan perannya sebagai ibu (pengasuhan anak), karena terhambat pekerjaan. Di samping itu juga tidak bisa bekerja secara tangkas ketika di antara anak-anak ada yang sakit. Terkadang membuat saya cemas selama jam kerja,” ucap isteri seorang TNI AL ini.

Ditambah lagi, saat ini Indonesia khususnya Sumenep menghadapi wabah virus corona atau Covid-19. Tidak hanya dituntut bekerja secara maksimal, melainkan kondisi tubuh juga harus benar-benar dijaga agar tetap fit.

“Bagi kami tidak pernah ada kata gentar menghadapi wabah berupa apapun. Akan tetap kita hadapi dengan merawat para pasien. Tapi, yang menjadi tambahan sekarang ini adalah menjaga tubuh agar tetap fit, sehingga tidak mudah tertular wabah. Karena kita (perawat, Red) menjadi garda terdepan merawat para pasien,” tegasnya. ( Nita, Fer )