Sumenep-Kominfo News Room : Banyak yang harus dilakukan pasca pembangunan Jembatan Suramadu, terutama untuk membangun ekonomi kerakyatan. Anggota DPRD Jawa Timur, Drs. Darwies Mazhar, MM mengatakan hal tersebut dalam paparannya, pada acara seminar ekomomi Format Pengembangan Masyarakat Madura Pasca Suramadu, yang digagas Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumenep, di Hotel Safari, Jum’at (24/08) siang kemarin. Darwies menegaskan, perlu adanya suatu gerakan untuk meyakinkan masyarakat bahwa bukan hanya tembakau yang menjadi primadona ekonomi Madura. Masih banyak hal lain yang bisa menunjang perekonomian rakyat, seperti kelapa, cabe jamu, dan komoditas pertanian dan perkebunan lain yang masih bisa dikembangkan. Selanjutnya Darwies menekankan, masyarakat Madura juga harus bisa berdiri sejajar untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jika orang lain bisa menguasai sentra-sentra ekonomi Madura, maka rakyat Madura juga harus bisa berkecimpung di dalamnya. Menurut Darwies, survey LIPI terbaru menjelaskan bahwa 80 prosen wilayah Jawa Timur memiliki potensi migas, dan untuk wilayah Madura adalah 100 prosen berpotensi migas. Sulit rasanya bagi masyarakat Madura untuk bisa menguasai sentra ekonomi ini. Dengan demikian, sentra-sentra ekonomi lain, terutama dibidang pertanian dan perkebunan harus benar-benar dikuasai agar tak tergilas. Darwies menambahkan, peran pemerintah juga sangat penting demi kemajuan ekonomi masyarakat Madura. Selain bimbingan teknis, pemerintah juga bisa memberikan solusi, kemana hasil produksi tersebut nantinya bakal dipasarkan. Sebab selama ini pemerintah melalui instansi terkait terkesan hanya memberikan bimbingan dan penyuluhan teknis, tanpa bisa memberikan solusi kemana hasil produksi itu nantinya dipasarkan. ( Adjie, Esha )