News Room, Sabtu ( 21/04 ) Dalam rangka memperingati hari kartini, yang jatuh pada tanggal 21 April 2012, sebanyak 350 siswa Taman Kanak-kanak (TK) tergabung di Gugus 2 Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, dengan pelopor TK Pertiwi, menggelar upacara dengan menggunakan pakaian adat nusantara, Sabtu (21/04) pagi. Upacara peringati Hari Katini ini beda dengan lainnya. Karena, petugas upacara mulai pemimpin, penggerek Bendera Merah Putih hingga pembaca Teks Pancasila, semuanya perempuan, yakni siswi Taman Kanak-kanak. Ketua Penyelenggara TK Pertiwi, sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, Hj. Mardatillah Saleh, BA, saat memberikan sambutan menjelaskan, secara pribadi dirinya merasa malu dengan antusias siswa TK untuk memperingati Hari Kartini, dengan upacara dan pawai. Mestinya, seluruh siswa mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), juga melakukan kegiatan serupa. “Peringatan Hari Kartini tahun 2012, tepatnya Sabtu (21/04) ini, hanya dilakukan siswa TK. Oleh karena itu, saya meminta pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, supaya mewajibkan seluruh lembaga pendidikan, melakukan upacara dan kegiatan, guna memperingati Hari Kartini tahun depan. Sebab, RA. Kartini merupakan pahlawan yang memperjuangkan nasib perempuan,”kata Hj. Mardatillah, di halaman TK Pertiwi Sumenep, Sabtu (21/04). Meski demikian, kata Mardatillah Saleh, dirinya tetap bangga terhadap anak TK yang dengan penuh khidmat melaksanakan upacara peringatiHhari Kartini. “Saya bangga pada anak-anak TK ini. Sudah selayaknya jiwa nasionalisme ditanamkan sejak dini, guna menghormati jasa para pahlawan, utamanya ibu RA. Kartini. Karena beliaulah kaum perempuan sekarang mendapat tempat sejajar dengan pria,”terangnya. Sementara salah seorang siswi TK Pertiwi, Naya mengaku senang dengan upacara untuk peringati Hari Katini. “Tidak ada ungkapan selain senang. Saya ingin seperti ibu Kartini dulu. Makanya, tiap tahun jangan sampai lupa memperingati Hari Kartini,”ungkapnya. Untuk menyemarakkan peringatan Hari Kartini, ratusan siswa TK usai melaksanakan upacara, digiring keliling kota sambil mengendarai kendaraan hias yang kerab disebut odong-odong. ( Nita, Esha )