Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-08-2011
  • 1289 Kali

Perjuangan Yang Dilakukan Saat Ini Harus Memperbaiki Keadaan

News Room, Jumat ( 19/08 ) Perjuangan yang sangat penting dilakukan saat ini oleh seluruh komponen masyarakat dalam berjuang membela harkat dan martabat bangsa adalah melawan mental-mental korupsi yang sudah banyak merasuk dalam segala lini. Hal tersebut diungkapkan Letnan Kolonel TNI (Purn) R. Sutomo ketika ditemui News Room di rumahnya Jl. KH. Wahid Hasyim Desa Pandian kemarin siang, Kamis (18/08). Menurutnya, seluruh komponen mulai dari birokrasi, TNI/Polri, politisi, Alim Ulama, maupun masyarakat secara umum harus terus berupaya membasmi korupsi hingga keakar-akarnya. “Sebab, saat ini, yang katanya sudah jaman reformasi, ternyata masih banyak praktek korupsi dan manipulasi yang terjadi di seluruh lembaga,”ujarnya. Terbukti, masih banyaknya praktek suap untuk meloloskan para generasi muda dalam memperoleh pekerjaan disegala bidang. Meskipun sulit dibuktikan, namun juga tidak sedikit yang akhirnya ketahuan dan bukan menjadi rahasia umum lagi. Bahkan, parahnya lagi jika para pelaku tindakan yang tidak terpuji, seperti perjudian, pemerasan, narkoba dan segala macam perilaku negatif malah tumbuh subur dan pelakunya justeru oknum aparat. Sehingga, jelas hal itu telah mencoreng nilai perjuangan para pahlawan yang berkorban nyawa, harta dan keluarga untuk kemerdekaan bangsa ini. Karena itu tegas mantan Danramil 0827/01 Kota Sumenep ditahun 1990-an ini, sebagai veteran yang diberi Tanda Jasa Pejuang Pembela ini mengaku akan terus menyuarakan kepada para pemimpin birokrasi dan sebagainya, utamanya kepada generasi muda, agar terus berupaya menyuarakan kebenaran demi keadilan dan kemerdekaan bangsa yang sejati. Menurut pejuang di Timor Timur tahun 1975 ini, jika dibandingkan dari masa kemasa, masa reformasinya merupakan masa yang sangat menyakitkan bagi para pejuang. Karena penghargaan yang diberikan generasinya kepada pejuang sepertinya sudah mulai luntur. Bahkan, terkesan, penindasan kepada yang kecil masih terjadi dimana-mana, salah satu contoh pedagang kecil yang bernafas dengan jeritan dipinggir-pinggir jalan masih harus bertarung dengan petugas yang berdalih melaksankan Perda. Bahkan, para PNS kelas bawahpun harus tertangkap ketika terpaksa belanja untuk keperluan anaknya karena tak mampu banyar pembantu. Padahal tegasnya, kemerdekaan ini justeru harus dinikmati dengan penuh suka cita dan harapan kebahagiaan. Bukan dengan tertawa diatas penderitaan orang lain yang kesusahan. Karena itu, setiap kebijakan pemerintah nantinya harus lebih mengedepankan dialog bukan dengan pertumpahan darah. “Darah rakyat hanya untuk penjajah, tangis pilu orang miskin hanya untuk kedholiman orang berkuasa. Karena itu, melalui momentum Hari Kemerdekaan dan Ramadhan ini harus mulai perbaiki keadaan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )