News Room, Senin ( 15/09 ) Melalui Pembinaan bagi para Kepala Desa di Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menjadikan sebuah penguatan pemerintahan Desa. Hal tersebut dilakukan untuk mengarahkan para Kepala Desa, agar memiliki persepsi yang sama dalam membangun Desanya. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada pembukaan Pembinaan Kepala Desa 2014 di Hotel Utami Sumekar, Senin (15/09). Menurutnya, para Kepala Desa diharapkan ada kebersamaan dalam membangun Desanya. “Jadi, semua Kepala Desa harus ada kebersamaan, jika ada Desa yang kurang bagus, bisa diwacanakan, di dialog-kan, sehingga Kepala Desa tidak sendiri dalam membangun Desa,”ungkapnya. Ditegaskan Bupati, jika Kepala Desa tidak hanya membangun Desanya sendiri, namun bisa menoleh ke Desa-desa yang lain, agar semua Desa bisa sama-sama maju. Jika ada Desa yang memiliki masalah, tidak hanya dipecahkan sendiri. Tetapi, bisa bersama-sama Desa lainnya dalam memecahkan persoalan yang terjadi. Apalagi dengan adanya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 ini, banyak hal yang bisa dilaksanakan di Desa. Dengan berbagai program yang langsung dikucurkan ke Desa, sehingga harus ada peningkatan sumber daya manusia secara terus menerus. Sementara Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos, M.Si menjelaskan, kegiatan pembinaan kepada Kepala Desa di Kabupaten Sumenep tahun 2014 ini akan dilaksanakan kepada 134 Kepala Desa baru hasil Pilkades 2013 lalu. Kegiatan tersebut tebagi dalam 2 angkatan, untuk angkatn pertama sebanyak 67 Kepala Desa, dan angkatan ke dua juga sebanyak 67 Kepala Desa. Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk peningkatkan kapasitas aparatur pemerintah Desa, khusunya dalam memberikan ketrampilan dan peningkatan kemampuan bagi Kepala Desa. Disamping kegiatan pembinaan yang telah dilakukan kepada para Perangkat Desa serta BPD sebelumnya. “Melalui pembinaan Kepala Desa, diharapkan adanya perubahan pola pikir, eksistensi, sikap dan mainset para Kepala Desa sebagai ujung tombak pemerintahan di Desa,”pungkasnya. ( Ren, Esha )