News Room, Sabtu ( 15/01 ) Keberadaan penyeberangan lintas Kalianget-Talango perlu penambahan armada yang memadai, khususnya untuk mengangkut sepeda motor dan mobil yang selama ini hanya menggunakan 2 armada tongkang, yang seringkali terjadi kerusakan. Bahkan, dalam beberapa bulan, salah satu perahu tongkang tersebut seringkali melakukan perbaikan, dan hanya 1 armada yang terpaksa melayani ganda, sehingga para pengguna jasa yang biasa menggunakan armada perahu tongkang itu terpaksa antri, bahkan kembali. Salah seorang petugas Kelompok Perahu Penyeberangan (KPP), Salamet mengaku, disamping kekurangan armada yang memadai, dalam beberapa hari ini kondisi angin sangat kencang, sehingga muatan untuk barang berat dikurangi. “Ini perlu dicarikan solusi, sebab pelabuhan penyeberangan Kalianget-Talango pada bulan-bulan tertentu, seringkali ramai, sehingga khawatir akan semakin kesulitan dalam pelayanannya,”ujarnya. Disamping itu menurut Salamet, pihaknya juga seringkali berharap adanya pembangunan pelabuhan dengan peningkatan pengunjung wisata religi ke Sumenep tersebut, utamanya yang ke Asta Sayyid Yusuf, hendaknya diimbangi dengan kenyamanan fasilitas yang memadai. Seperti halnya lampu penerangan, tempat tambat perahu dan fasilitas ruang tunggu penumpang di pelabuhan, sehingga ketika ada hujan maupun harus menunggu armada, bisa berteduh diruang tunggu pelabuhan. Sebab, pihak pengelola KPP sudah memberikan kontribusi kepada semua pihak, seperti uang tambat kepada PT. Pelindo sebesar Rp. 97.000,00, Syahbandar sebesar Rp. 600.000,00/tahun, serta ke Dinas Perhubungan sebesar Rp. 600,00/mobil yang masuk pelabuhan. “Kami juga mengeluarkan biaya untuk ijin pass perahu disamping jasa pengelolaan untuk membayar karyawan KPP sebesar Rp.450.000,00/bulan untuk sebanyak 23 orang karyawan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )