Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-08-2013
  • 423 Kali

Perlunya Penyadaran Diri Untuk Tertebas Dari Buta Aksara

News Room, Rabu ( 21/08 ) Tingginya jumlah buta aksara di Kabupaten Sumenep, harus terus ditekan semaksimal mungkin, sehingga ranking tertinggi jumlah buta aksara di Jawa Timur dan secara nasional, mampu ditekan hingga tingkat minimal, bahkan nantinya bebas dari buta aksara. Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumenep, M. Imron kepada wartawan. Menurutnya, upaya menekan angka buta aksara diperlukan upaya serius oleh semua pihak. Mulai dari stakeholder yang ada di Eksekutif, Legislatif hingga pada tatanan masyarakat sendiri. “Disamping usaha keras pemerintah, yang tepenting sebenarnya ada usaha dan kemauan dari masyarakat sendiri untuk tidak menjadi buta huruf maupun menjadikan keturunnnya juga buta huruf,”ujar politisi Partai Bulan Bintang ini serius. Karena itu, untuk menjadikan program bebas buta aksara di Sumenep sukses, perlu keterlibatan semua kalangan. Dan yang paling mendasar harus dimulai dari kalangan keluarga, masyarakat yang memiliki pengaruh, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Yakni, dengan terus melakukan penyaadaran kepada masyarakat yang enggan belajar dan sekolah sejak usia dini. Bahkan bila perlu, harus ada penekanan-penekanan khusus, yang tujuannya untuk memerangi penyandang buta aksara, sehingga jika semua peduli dan melakukan action, pemerintah tidak akan sia-sia dalam menganggarkan program bebas buta aksara. “Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan untuk pembebasan buta aksara tidak berbanding dengan hasil yang dicapai,”pungkasnya. ( Ren, Esha )