News Room, Kamis ( 24/07 ) Sebagai ummat Muslim jangan sampai memutus tali silaturrahim, karena dalam silaturrahim terdapat beberapa faedah. Karena yang pasti strata sosial masing-masing manusia tidak sama. Karena itu dari perbedaan itu perlu adanya silaturrahmi agar bisa saling mengetahui dan saling membantu yang mampu kepada yang tidak mampu dan sebagainya. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Pemberian Bantuan Bagi Kaum Duafa, Anak Yatim, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Eks Pembantu Bupati Kota, Rabu sore (23/07) di Pendopo Agung Keraton Sumenep. “Sebab, bisa mungkin saat ini sebagai penerima bantuan, namun pada suatu saat kemudian menjadi orang yang pemberi.”ungkap Bupati. Karena, semua bisa mungkin, sebab kehidupan dunia itu berputar. Adakalanya berada diatas dan bisa mungkin berada dibawah. Untuk itulah perlunya silaturrahim agar manusia bisa saling membantu. Seperti yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumenep saat ini, merupakan bentuk perhatian untuk membantu beban masyarakat di Kabupaten Sumenep. Disamping itu juga perlu terus berusaha, berihtiyar dan berdoa. Karena doa merupakan sebuah kekuatan untuk merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Untuk itu tegas Bupati, manusia harus optimis dan tidak boleh pesimis. “Jangan berpikir semua tidak bisa kaya, karena itu sudah menutup kehendak Allah SWT, padahal keajaiban semua serba bisa mungkin atas kehendak Allah SWT.”tambahnya. Sementara itu penyaluran bantuan dengan sasaran sebanyak 475 penerima bantuan. Dengan rincian dari BAZ Sumenep sebanyak 300 paket untuk kaum duafa dan fakir miskin 150 paket dan anak yatim 150 paket, dari Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep sebanyak 455 paket untuk kaum duafa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kemudian bantuan untuk korban becana dari BPBD Sumenep sebanyak 2 orang serta dari Disnakertrans Sumenep berupa peralatan usaha dari hasil bimbingan usaha mandiri sektor informal sebanyak 18 orang. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Eks Pembantu Bupati di Kecamatan Rubaru. ( Ren, Esha )