Sumenep-Kominfo News Room : Kasie Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Klas I Juanda Surabaya, Drs. Endro Tjahjono, Senin (03/09) mengatakan, secara umum cuaca di Jatim cerah berawan. Namun untuk daerah pegunungan, seperti Pacitan, Malang, dan Lumajang, jika malam hari masih nampak pertumbuhan awan, sehingga masih berpotensi hujan ringan di sore hari. Kondisi ini, kata Endro, dinamakan kemarau basah. Ini karena ditandai dengan hujan dengan intensitas ringan di beberapa daerah pantai dan pegunungan saat sore dan malam hari. Selain itu, ini juga karena terjadinya La Nina yang diperkirakan hingga Oktober mendatang. Sementara itu, kondisi perairan di Pulau Jawa termasuk menurun. Dari 3 meter lebih, menjadi 1-3 meter. Selain Jatim, daerah yang mengalami penurunan tinggi gelombang itu di antaranya, Flores, Pantai Halmahera, Laut Sawu, dan Makassar. Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, tinggi gelombang masih 0,5-1,5 meter. Wilayah itu antara lain Tuban, Madura, dan Situbondo. Sedangkan, untuk kondisi perairan di pesisir pantai Pacitan dan Banyuwangi mencapai 0,8-2 meter. Secara umum kondisi prakiraan tinggi gelombang laut di beberapa perairan Indonesia, yakni Laut Jawa sekitar 1,5-2,5 meter, perairan Bawean 0,7-2,5 meter, Perairan Kangean 1,5-2,5 meter, Selat Bali 1,3-1,5 meter, Selat Madura 0,3-1,5 meter, dan Samudera Hindia 2,0-3,5 meter. Sedangkan Pasang Surut air laut, untuk Selasa (04/09) besok pasang maksimum akan terjadi pada pukul 02.00 WIB dengan tinggi 80 cm, dan minimum terjadi pada pukul 10.00 WIB. Sementara pada Rabu (05/09) lusa, pasang maksimum diperkirakan terjadi pukul 03.00 WIB dengan tinggi 70 cm, dan minimumnya terjadi pada pukul 12.00 WIB. ( Antara, Esha ) ----------oooOooo----------