Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-08-2005
  • 861 Kali

PERUSAHAAN CHINA TANAM INVESTASI IKAN SENILAI RP.100 MILYAR

Sumenep-Infokom News Room : Lokasi yang dianggap strategis dalam produksi ikan, seperti halnya pantai Pasongsongan, Batang-batang, Dungkek, Desa Lobuk Kecamatan Bluto dan Tanjung Kecamatan Saronggi, ternyata mampu memikat hati pengusaha China, ketika mengunjungi lokasi tersebut. Sehingga, perusahaan ikan China Zhejiang Huanglong Fish Product yang dihadiri langsung oleh General Manajer LIN GUON menyatakan positif, akan menanam investasi produksi ikan. Demikian diungkapkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Syamsul Ma’arif. Syamsul menerangkan, ketertarikan itu muncul ketika pengusaha China itu melihat langsung cara penangkapan ikan yang dilakukan nelayan yang masih bersifat tradisional. Sehingga, mereka begitu konsent untuk melakukan transfer ortonelogi atau alih tehknologi. Jadi, menurut Syamsul, dalam waktu dekat, mereka akan memberikan pelatihan kepada para nelayan Sumenep dengan nalar tangkap yang modern. Syamsul menuturkan, hal itu dilakukan karena pengusaha dari China itu tidak hanya akan menanam investasi saja, melainkan juga ingin meningkatkan taraf hidup para nelayan tersebut, yang mayoritas terkesan masih dibawah standart. Syamsul menambahkan, apabila nelayan sudah mampu melakukan penangkapan dengan alat modern, akan mempermudah penanam investasi dalam memperoleh bahan baku. Kemudian yang lebih penting, Syamsul menjelaskan, pengusaha China berusaha menghindari gejolak sosial dari para nelayan. Selanjutnya Syamsul memaparkan, seluruh alat itu akan disediakan oleh perusahaan China, sedangkan biaya akomodasi tenaga ahli tersebut, sepenuhnya diserahkan kepada Pemkab Sumenep maupun Kadin yang memfasilitasi kerjasama Pemkab Sumenep dengan perusahaan China tersebut. Syamsul juga menjelaskan, dalam tahap pertama perusahaan China itu akan mengucurkan investasi sebesar Rp. 100 Milyar untuk pembangunan Pabrik Tepung Ikan, pengalengan ikan dan pembekuan ikan. Karena itu, Syamsul berharap, kerjasama tersebut mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumenep. ( Nita, Esha )