Media Center, Minggu ( 02/09 ) Jumlah peserta Jalan-Jalan Sehat (JJS) atau Tenjhak yang diadakan Pemerintah Kabupten Sumenep sebagai rangkaian kegiatan Tahun Kunjungan Wisata Sumenep atau Visit Sumenep 2018 memecahkan rekor.
“Kami telah menghitung peserta JJS Egrang atau Tenjhak yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumenep, ternyata hasil catatan jumlahnya bukan sekedar memecahkan rekor melainkan menciptakan rekor baru di Indonesia.” kata Ketua Umum Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID), Paulus Pangka, SH, saat menyerahkan piagam penghargaan rekor naik Egrang Berkostum Unik dan Menarik dengan peserta terbanyak di acara JJS Egrang di area Car Free Day, Minggu (02/02).
Ia menyatakan, hasil penghitungan jumlah peserta JJS Egrang atau Tenjhak yang diadakan Pemerintah Kabupaten Sumenep sebanyak 2.013 orang, dan tentu saja angka itu termasuk menciptakan rekor baru.
“Pada hari ini, Minggu (02/09) untuk pertama kalinya LEPRID hadir di Kabupaten Sumenep untuk menyaksikan dan mengesahkan sebuah rekor yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumenep yaitu Rekor Naik Egrang Berkostum Unik Dengan Peserta Terbanyak. Kami ucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep atas suksesnya penyelenggaraan acara JJS Egrang.” imbuhnya.
Penyerahan piagam penghargaan rekor naik Egrang Berkostum Unik dan Menarik dengan peserta terbanyak dilakukan oleh Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka kepada Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.
Terpisah Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengungkapkan, pihaknya sangat bangga dengan keberhasilan penyelenggaraan JJS Egrang yang telah mencatatkan sejarah baru dengan menciptakan Rekor Baru di Indonesia.
“Terima kasih kepada pihak yang terlibat di kepanitiaan, khususnya peserta yang antusias mengikuti JJS Egrang dari berbagai elemen di Kabupaten Sumenep.” tandas pengusaha muda suskes ini.
Ia menambahkan, Pemerintah Daerah mengadakan JJS dengan menggunakan egrang selain untuk berolahraga dan bermain juga sebagai upaya melestarikan tradisi yang mulai tergerus saat ini.
“Kami berharap kegiatan JJS Egrang atau Tenjhak ini bisa menggali dan melestarikan budaya tradisional masyarakat.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )