News Room, Kamis ( 24/05 ) Meski wilayah Kabupaten Sumenep, masih sering diguyur hujan, namun petani yang berada di 4 Kecamatan, saat ini mulai tanam tembakau. Seperti di Kecamatan Lenteng, Ganding, Guluk-guluk dan Pasongsongan. Menurut anggota Komisi B DPRD Sumenep, Sanhaji Darmaji menjelaskan, bahwa petani yang berani menanam tembakau sekarang, sebagian besar bermukim di daerah pegunungan. “Jadi, tembakau yang tanam saat ini adalah tembakau gunung. Bahkan, yang tegalan juga mulai menanam. Sebab, daerah pegunungan membutuhkan air yang cukup, sehingga hujan yang turun akhir-akhir ini tidak mengganggu terhadap tanaman tembakau tersebut,”kata Sanhaji, di kantor DPRD Sumenep, Kamis (24/05). Sanhaji yakin, kualitas tembakau tahun ini, tidak jauh berbeda dengan tahun 2011 kemarin. “Kami bisa pastikan, kualitas tembakau tahun 2012 bagus. Itu didukung dengan cuaca yang sangat bersahabat,” terangnya. Meski terjadi pengurangan proyeksi areal tembakau, kata Sanhaji, tidak terlalu bermasalah. Sebab, itu untuk mengurangi antusias masyarakat supaya tidak beralih menanam tembakau. “Pengurangan areal tanam tembakau tersebut, bagi kami sangat tepat agar petani tidak terfokus pada tembakau,”ungkapnya. Sebelumnya, berdasarkan surat Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur tertanggal 19 April 2012, proyeksi areal tanam tembakau Kabupaten Sumenep tahun 2012 seluas 20.358 hektar, dialokasikan untuk tanaman tembakau di 17 Kecamatan yang merupakan daerah potensial penghasil tembakau. Akibat menurunnya ploting areal tanaman tembakau juga berdampak terhadap produksi tembakau, karena target produksi tembakau musim tanam 2012 sebanyak 12.215 ton. ( Nita, Esha )