News Room, Jumat ( 14/02 ) Meski terkena dampak erupsi letusan Gunung Kelud di Kediri, berupa hujan debu di Kabupaten Sumenep, ternyata tidak mengganggu pelayanan kesehatan utamanya dalam memberantas nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Terbukti, Jumat (14/02) pagi, petugas dari Dinas Kesehatan setempat, melakukan pengasapan atau Fogging di dua titik. Busahemi, salah satu petugas Dinkes Sumenep, menjelaskan, untuk hari ini (14/02), fogging terpusat di dua titik, yakni Desa Paberasan, Kecamatan Kota, dan Desa Galis, Kecamatan Giligenting. "Fogging ini menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan. Ya hari ini hanya di dua titik saja," katanya. Menurutnya, pengasapan guna memberantas nyamuk penyebab DBD dilaksanakan sejak minggu kemarin, dengan sistem zig-zag di tiap kecamatan. "Setiap harinya, petugas dibagi dua titik untuk fogging. Sudah hampir dua minggu berlangsung pengasapan. Tapi, jadwalnya tidak zig-zag artinya tidak monoton di satu kecamatan. Tiap hari, dua Kecamatan hanya diambil masing-masing satu Desa,"terangnya. Sesuai data di Dinkes Sumenep, sepanjang bulan Januari lalu terdapat 37 kasus DBD dengan Kecamatan tertinggi Kecamatan Saronggi 17 penderita dan disusul Kecamatan Kota 4 penderita. "Untuk Kecamatan Saronggi sudah dilakukan fogging, tapi belum menyeluruh. Kami melakukan pengasapan secara bertahap hingga seluruh kecamatan di Sumenep difogging," ungkapnya. ( Nita, Esha )