News Room, Senin ( 13/05 ) Gara-gara ban meletus, mobil pick up nopol L 9946 AJ yang dikemudikan Mohammad Saleh, warga Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, dengan mengangkut 23 penumpang warga Kabupaten Pamekasan dan Bangkalan, tabrak pembatas tengah jalan didepan SMEA Negeri 1 Sumenep, Minggu (12/05) malam. Akibatnya, 3 penumpang meninggal dunia, 18 luka berat dan 2 luka ringan. Ketiga korban meninggal adalah Lima (37), dan Yahya (55), warga Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, sedangkan satu korban meninggal lainnya Muhammad Syafi’ie (50), warga Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Hary Soebagyo menjelaskan, kecelakaan ini disebabkan kelalaian dari pengemudi pick up, karena mobil itu bukan untuk mengangkut orang melainkan barang. "Ini kan mobil pick up, mestinya untuk mengangkut barang bukan orang. Apalagi jumlah penumpangnya melebihi kapasitas,"katanya. Selain itu, lanjut Hary, penerangan dilokasi kejadian sangat minim, sehingga pengemudi tidak leluasa dalam memandang situasi didepannya. "Penerangan dilokasi kejadian minim, padahal ada pembatas tengah jalan. Diduga saat ban meletus pengemudi mobil banting setir ke kanan lalu menabrak pembatas jalan,"terangnya. Hary menambahkan, sesuai keterangan korban ringan, para penumpang mobil naas itu baru selesai menonton kerapan sapi di Sumenep, dan hendak pulang ke Bangkalan. “Penumpang mobil pick up tersebut terdiri dari warga Pamekasan dan Bangkalan,”ungkapnya. Saat ini, para korban luka berat dan ringan yang dirawat di rumah sakit daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, mulai dibawa pulang oleh keluarganya masing-masing. Sementara dalam peristiwa naas ini, pengemudi pick up ditetapkan sebagai tersangka. ( Nita, Esha )